Hilang Senin Malam di Pantai Gigi Hiu, Jasad Warga Tanggamus Ditemukan Rabu Sore

(Video dan foto oleh HUMAS BASARNAS LAMPUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pendi Magad (35) yang dilaporkan hanyut di garis Pantai Gigi Hiu, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, pada Senin (22/7) malam, berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi tidak bernyawa. Jasad pria asal Pekon Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat itu, ditemukan tadi (23/7) sekitar pukul 15.41 WIB.

Komandan Tim Basarnas Lampung Ops Kelumbayan Heri Ansoni menjelaskan, Basarnas baru menerima laporan korban hanyut pada Selasa (23/7) pukul 10.35 WIB. Meskipun rekan-rekan korban telah mengetahui bahwa korban menghilang dari spot memancing terakhirnya pada Senin malam.

“Kejadian ini berawal saat korban bersama rekan-rekannya memancing di Pantai Gigi Hiu ini sejak Senin sore. Setelah waktu Solat Maghrib, rekan-rekan korban menghampiri lokasi terakhir korban memancing. Namun korban sudah tidak ada di posisi terakhir memancingnya tersebut,” ujar Heri Ansoni.

Kemudian pada Selasa pagi pukul 10.35 WIB, kata dia, Basarnas Lampung menerima laporan perihal kondisi yang membahayakan, yaitu satu manusia hanyut di Pantai Gigi Hiu Kelumbayan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Lampung segera mengirimkan satu tim rescue yang merupakan personel Pos SAR Tanggamus. Terdiri dari 8 orang dan membawa peralatan penyelamatan di air.

“Tim pertama dari Pos SAR Tanggamus itu, tiba di lokasi Selasa pukul 17.00 WIB. Mereka langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan keluarga korban untuk merencanakan pencarian pada Rabu pagi. Karena pada Selasa sore itu, kondisi cuaca kurang mendukung untuk melakukan pencarian,” sebut Heri Ansoni.

Pencarian baru bisa dilaksanakan Rabu (24/7). Dimulai pukul 08.30 WIB, sebab sejak pagi gelombang air laut cukup tinggi. Tim Rescue Pos SAR Tanggamus bersama personel gabungan, melakukan pencarian dengan rubber boat di sekitar lokasi kejadian. Kemudian diperluas hingga sepanjang garis pantai dan penyisiran lewat darat di sekitar tebing lokasi awal kejadian.

Hingga pukul 13.30 WIB, Tim SAR Gabungan melanjutkan kembali pencarian dengan melakukan penyisiran darat. Sebab pencarian menggunakan rubber boat di perairan, tidak bisa dilakukan. Lantaran kondisi gelombang air laut kembali pasang.

“Barulah pukul 15.41 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan tubuh korban dalam kondisi meninggal dunia berjarak sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Puskesmas Kelumbayan dan diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Heri Ansoni.

Unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam pencarian pemancing di Pantai Gigi Hiu itu, yaitu personel Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, personel Polsek Kelumbayan, personel Babinsa Kodim 0424/Tanggamus, personel Puskesmas Kelumbayan, perwakilan keluarga, serta warga setempat.

Dua Rekan Korban Hanya Temukan Peralatan Memancing, Sandal, dan Botol Minum

MENYIKAPI peristiwa ini, Kepala Bidang Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, Adi Nugroho mengimbau, agar para pemancing selalu berhati-hati. Terlebih ketika berada di tebing pantai. Dengan harapan, peristiwa yang menimpa Pendi Magad tidak terulang.

Adi Nugroho menjelaskan, sebelum tenggelam dan akhirnya mengembuskan napas terakhir, Pendi Magad memancing bersama dua rekannya, Pardi (32) dan Sutris (35). Mereka mulai memancing di Pantai Karang Mulya atau sekitar Pantai Gigi Hiu, Pekon Susuk, Kecamatan Kelumbayan, Senin (22/7) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Korban bersama dua rekannya memancing dari darat. Tidak menggunakan perahu. Saat menjelang waktu Solat Maghrib, Pardi dan Sutris memilih beristirahat. Sedangkan Pendi tetap mengulur senar pancingnya dengan menyusuri bibir pantai. Selang sepuluh menit, Sutris dan Pardi berniat menyusul korban. Tetapi korban sudah tidak terlihat. Pardi dan Sutris hanya menemukan alat pancing, sepasang sandal, dan sebuah botol minum milik Pendi,” beber Adi Nugroho, Selasa (23/7).

Info hilangnya Pendi, kata dia, diterima dari anggota Tagana Wilayah Kecamatan Cukuhbalak dan Pospol Kelumbayan. BPBD Tanggamus baru menerima informasi tersebut Selasa pagi. Setelah informasi dinyatakan valid, barulah BPBD Tanggamus berkoordinasi dengan Pos SAR Tanggamus untuk melakukan pencarian. Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD dan Pos SAR Kotaagung, keberangkatannya dilepas langsung oleh Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. bertempat di halaman Kantor BPBD Tanggamus.

Bupati Tanggamus: Pemkab Berupaya Seresponsif Mungkin

BUPATI Tanggamus Dewi Handajani dalam arahannya sebelum melepas Tim SAR Gabungan Selasa pagi, berharap operasi pencarian Pendi Magad yang hilang berjalan lancar.

“Mudah-mudahan nelayan yang hilang dapat ditemukan. Kita sangat berharap korban dapat diselamatkan. Saya yakin Allah pasti akan memberikan terbaik untuk kita semua,” kata bupati.

Pelepasan Tim SAR Gabungan untuk mencari nelayan yang hanyut dan tenggelam, kata Dewi Handajani, merupakan bentuk tindakan responsif dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam segala permasalahan. Termasuk juga terhadap kejadian atau musibah yang dialami oleh warganya.

Bupati juga berpesan agar tim gabungan tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan. Selain itu ia juga meminta ada tindakan edukasi bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, agar mereka berhati-hati saat memancing.

“Terutama kita sekarang sedang menghadapi musim angin barat dan timur. Musim ini membuat angin bertiup cukup kencang dibandingkan musim biasa. Sehingga para nelayan yang sedang melaut atau memancing dari darat, tetap harus waspada dan hati-hati,” tandas Bunda Dewi Handajani. (ayp)




Tim SAR Gabungan Evakuasi 6 Korban KM DP ke Dermaga Kotaagung

TIBA DI DERMAGA KOTAAGUNG: Tim SAR gabungan tiba di Dermaga Kotaagung, setelah berhasil mengevakuasi enam orang dan menarik KM DP yang mengalami kerusakan mesin dan terdampar di perairan Tanjung Belimbing. (Foto-foto: DOK BASARNAS LAMPUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi Kapal Motor (KM) DP beserta enam orang penumpang dan anak buah kapalnya, Senin (24/6) sore. KM DP mengalami kerusakan mesin di perairan Tanjung Belimbing, perbatasan antara Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat.

Komandan Pos SAR Tanggamus Denny Mezzu mengatakan, tim gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi KM DP beserta enam penumpang dan ABK, terdiri dari beberapa instansi. Antara lain 3 personel dari Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, 1 personel dari Pos TNI Angkatan Laut Bengkunat, 2 personel Polair dan 1 personel Pos AL Kabupaten Pandeglang. Lalu dibantu 4 ABK KM Mulya Usaha dan 1 orang keluarga salah satu korban.

DALAM PERJALANAN: Situasi perjalanan Tim SAR Gabungan menuju Dermaga Kotaagung, usai mengevakuasi enam orang dari KM DP yang terdampar di Tanjung Belimbing.

“Tim SAR gabungan berangkat menuju Tanjung Belimbing untuk mengevakuasi korban sekitar, Senin pukul 15.00 WIB. Pukul 21.00 WIB, tim gabungan tiba dan bersandar di Dermaga Tambling. Kemudian langsung berkoordinasi dengan Pak Teguh selaku Manager Operasional di Tambling,” ujar Denny Mezzu, Rabu (26/6).

Lalu pada Selasa (25/6), pukul 05.30 WIB Tim SAR gabungan melakukan briefing guna pelaksanaan evakuasi. Pukul 05.45 WIB tim melaksanakan persiapan untuk proses evakuasi. Pukul 06.00 WIB, tim gabungan berangkat untuk menarik KM DP menuju Dermaga Kotaagung.

“Pukul 12.30 WIB kami sudah tiba di Karangbrak, Tanggamus. Pukul 15.00 WIB, Tim SAR gabungan dan enam korban tiba di Dermaga Kotaagung dengan selamat,” tandas Denny Mezzu.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, KM DP diduga berlayar dari wilayah perairan Pandeglang, Provinsi Banten. Namun tidak diketahui secara jelas, apa tujuan KM DP hingga sampai di wilayah perairan Tanjung Belimbing dan akhirnya mengalami kerusakan mesin. (ayp)




Anak Umur 10 Tahun Hanyut di Sungai Way Seputih Lampung Tengah

TRANSLAMPUNG, LAMPUNG TENGAH – Seorang anak umur 10 tahun hanyut di sungai Way Seputih Kampung Haji Pemanggilan Kecamatan Anak Tuha, Rabu (28/5).

Hal itu diketahui dari laporan Abdul warga Kecamatan  Anak Tuha Lampung bahwa Aditya Bin Hermansyah (10) yang merupakan warga Kampung Aji Pemanggilan sedang mandi bersama teman2nya sekitar pukul 10.00 WIB. Pada pukul 11.00 WIB korban hanyut dan tenggelam terbawa arus sungai. Warga sekitar sempat melakukan pencarian dan selanjutnya menghubungi Basarnas Lampung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Lampung mengirimkan 7 personil menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan pertolongan di air dan peralatan selam. Pencarian bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran sepanjang sungai dengan menggunakan perahu karet  Basarnas hingga 1,5 km dari lokasi kejadian menuju hilir sungai. Pada pukul 17.55 WIB tim menghentikan sementara pencarian dengan hasil masih nihil. Dan pencarian akan dilanjutkan kembali. Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari BPBD Lamteng, Polsek Anak Tuha, Damkar Lamteng, staf Kecamatan Anak Tuha dan pihak keluarga serta masyarakat sekitar. (hms/*)




Hari Ketiga Diselami, Akhirnya Tubuh Ade Misrofi Ditemukan Mengambang

TURUNKAN PENYELAM: DanPos SAR Tanggamus Adi Ayangsyah mem-briefing penyelam Rescue SAR dan gabungan, sebelum jasad Ade Misrofi ditemukan, Selasa (18-9) siang di Curug Jarum Pekon Datarlebuay. (Foto-foto: DOK HUMAS BASARNAS LAMPUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pencarian sampai hari ketiga Selasa (18/9) pukul 16.50 WIB Tim Rescue Pos SAR Tanggamus bersama tim gabungan, berhasil menemukan jasad Ade Misrofi (15) yang tenggelam di Curug Jarum Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan, Kabupaten Tanggamus.

Saat ditemukan, jasad siswa SMA Islam Kebumen, Kecamatan Sumberejo itu, posisinya sudah mengambang di tepian permukaan air sungai dan nyaris tak bisa dikenali. Sebab sejak hari Minggu (16/9) sore tubuh korban berada di dalam air. Dengan ditemukannya jasad peserta Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) itu, otoritas terkait resmi menutup pencarian yang sudah sejak tiga hari ini menyita perhatian warga.

Komandan Pos SAR Tanggamus Adi Ayangsyah dalam pers rilisnya membenarkan, bahwa timnya telah menemukan jasad pelajar beralamat di Pekon Singosari, Kecamatan Talangpadang itu. Sebelum tim gabungan menemukan tubuh korban, pada hari ketiga ini pencarian dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Mereka memusatkan pencarian dengan penyisiran di lokasi air terjun.

”Lalu pukul 08.00 WIB, tim gabungan melakukan penyelaman. Hasilnya masih nihil. Pukul 13.30 WIB, penyelaman kembali dilanjutkan di sekitar pinggiran. Barulah pukul 16.50 WIB, penyelam kami berhasil menemukan tubuh korban berjarak sekitar 4 meter dari lokasi jatuh awal. Selanjutnya korban dievakuasi ke rumah duka,” ketik Adi Ayangsyah.

DIBAWA KELUARGA: Jasad Ade Misrofi saat hendak dibawa keluarga ke rumah duka, setelah ditemukan Selasa (18-9) pukul 16.50 WIB.

Pukul 17.20 WIB, dia melanjutkan, Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Unsur-unsur yang terlibat kembali pada kesatuannya masing-masing. Dalam operasi pencarian ini, Pos SAR Tanggamus bekerja sama dengan 8 personel Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, 4 staf Kecamatan Airnaingan, 4 personel Polsek Pulaupanggung, 2 personel Bhabinsa TNI, 12 pelajar rekan korban, keluarga dan warga.

”Sarana yang digunakan dalam pencarian ini, 1 unit truk personel Basarnas Lampung, 1 unit Rescue Compartemnt Basarnas Lampung, 1 unit RB dan Mopel basarnas Lampung, 2 set lengkap peralatan menyelam, dan peralatan lainnya dari unsur terkait,” tandas Adi Ayangsyah.

Untuk diketahui, keberadaan Ade Misrofi (15) sempat menjadi ”misteri” sejak Minggu (16/9) sore hingga Selasa (18/9) siang. Siswa SMA Islam Kebumen, Kecamatan Sumberejo itu, “hilang” saat mandi di Curug (Air Terjun) Jarum Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan pada Minggu (16/9).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban bersama teman-temannya, kala itu dalam rangka mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Para peserta Persami bisa sampai di air terjun, sebab saat itu adalah waktu istirahat. Korban dan teman-temannya memanfaatkan waktu istirahat untuk mandi di air terjun.

Ade Misrofi disebutkan terjun pas ke titik jatuhnya air terjun. Diketahui, pola air terjun tepat pada titik jatuhan air, maka di bagian dalam seperti menghisap apa pun yang masuk ke dalamnya. Sehingga tim gabungan yang hingga Senin sore ini masih melakukan pencarian hari kedua, menduga korban “terhisap” ke bagian dasar dan tersangkut bebatuan.

Komandan Pos SAR Tangamus Adi Ayangsyah membenarkan, sore ini tim gabungan masih menelusuri keberadaan Ade Misrofi. Dia dilaporkan tenggelam di air terjun pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Koordinat lokasi tenggelamnya korban adalah 05° 12′  02″ S – 104° 39′ 49″ E.

Pencarian hari pertama pada Minggu dan hari kedua pada Senin, terpaksa dihentikan, karena kondisi lokasi yang gelap-gulita dan minimnya penerangan. Lalu dilanjutkan hari ketiga ini dan alhasil tubuh korban ditemukan. (ayp)




“Hilang” di Air Terjun saat Persami, Siswa SMA Tanggamus masih Dicari

TELAN KORBAN JIWA: Massa berkumpul di Air Terjun Juram Jarum Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan, tempat “menghilangnya” siswa SMA Islam Kebumen, Kecamatan Sumberejo, Ade Misrofi (15), ketika ikuti Persami Minggu (16/9) sore. (Foto-foto: DOK SAR TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Keberadaan Ade Misrofi (15) hingga Senin (17/9) sore, masih menjadi “misteri”. Siswa SMA Islam Kebumen, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus itu, “hilang” saat mandi di Air Terjun Juram Jarum Pekon Datarlebuay, Kecamatan Airnaningan pada Minggu (16/9).

Korban bersama teman-temannya, kala itu dalam rangka mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Para peserta Persami bisa sampai di air terjun, sebab saat itu adalah waktu istirahat. Korban dan teman-temannya memanfaatkan waktu istirahat untuk mandi di air terjun.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Ade Misrofi terjun pas ke titik jatuhnya air terjun. Diketahui, pola air terjun tepat pada titik jatuhan air, maka di bagian dalam seperti menghisap apa pun yang masuk ke dalamnya. Sehingga tim gabungan yang hingga Senin sore ini masih melakukan pencarian hari kedua, menduga korban “terhisap” ke bagian dasar dan tersangkut bebatuan.

BRIEFING: Tim SAR Gabungan melakukan briefing singkat di lokasi, sebelum mencari Ade Misrofi pada pencarian hari kedua, Senin (17/9) pagi.

Komandan Pos SAR Tanggamus Adi Ayangsyah membenarkan, sore ini tim gabungan masih menelusuri keberadaan Ade Misrofi. Dia dilaporkan tenggelam di air terjun pada Minggu sekitar pukul 14.30 WIB. Koordinat lokasi tenggelamnya korban adalah 05° 12′  02″ S – 104° 39′ 49″ E.

“Hari ini adalah pencarian hari ke dua. Hari pertama sudah dilakukan pada Minggu, sejak laporan kami terima. Terpaksa pencarian hari pertama dihentikan, karena kondisi lokasi yang gelap-gulita dan minimnya penerangan. Lalu dilanjutkan hari ini,” ujar Adi Ayangsyah.

Selain petugas Pos SAR Tanggamus, kata dia, pencarian juga melibatkan Camat Airnaningan Thalud, Kepala Pekon Singosari Sigit Fajrianto, Kepala Pekon Datarlebuay, personel Polsek Pulaupanggung, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, personel TNI, dibantu puluhan warga.

SUSURI SUNGAI: Tim SAR Gabungan mengandalkan pencarian Ade Misrofi dengan menyusuri aliran sungai (visualisasi), sebab kondisi medan tidak memungkinkan untuk mencari menggunakan rubber boat atau menyelam.

Sarana yang digunakan dalam pencarian ini, lanjut Adi, 1 unit truk personel Basarnas Lampung, 1 unit Rescue Compartement Kansar Lampung, 1 unit RB dan Mopel Basarnas Lampung, 2 set peralatan selam Basarnas Lampung.

Tim SAR gabungan, jelas Adi Ayangsyah, melakukan penyisiran di lokasi dengan mengandalkan visualisasi. Mengingat kondisi medan yang tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian dengan menggunakan rubber boat ataupun penyelaman.

“Hari ini, proses pencarian dilanjutkan lagi di kawasan yang memang banyak terdapat air terjun. Air Terjun Datarlebuay berasal dari Curug Jarum, 105 kilometer dari Bandarlampung atau 28 kilometer dari Simpang Bendungan Batutegi. Nanti kalau ada update lagi, kami informasikan lagi ya,” tutup Adi Ayangsyah. (ayp)




Tercebur di Way Semaka Suoh, Pasutri berikut Anak Ditemukan Meninggal Dunia

EVAKUASI KORBAN TENGGELAM: Personel BASARNAS dibantu Polri/TNI mengevakuasi jasad Siti Rudiah (25) yang ditemukan meninggal dunia di aliran Way Semaka Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat, tadi (26/4), setelah dilaporkan tercebur bersama Aef (30) (suaminya) dan Anisa (2) (putrinya) pada Senin (23/4) lalu. (Foto: HUMAS BASARNAS LAMPUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG BARAT – Tiga warga Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, ditemukan meninggal setelah tercebur ke anak Way Semaka Suoh pada Senin (23/4). Ketiga korban yang diduga merupakan pasangan suami-istri dan anak itu, adalah Aef (30), Siti Rudiah (25), dan Anisa (2).

Humas BASARNAS Lampung Deni Kurniawan melalui pesan siaran WhatsApp malam ini (26/4) mengatakan, pencarian hari pertama dilakukan oleh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Polres Lampung Barat dibantu warga. Sekitar pukul 02.50 WIB, mereka berhasil menemukan Aef dan Anisa dalam kondisi meninggal dunia. Mereka ditemukan berjarak sekitar 200 meter dari titik awal lokasi jatuh.

Namun Siti Rudiah belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan sampai hari ke-2, ke-3, dan ke-4 (hari ini, Red). Sejak pencarian hari ke-2, barulah tim dari Pos SAR Tanggamus di-back up tim dari Kantor SAR Lampung melanjutkan pencarian dibantu pihak-pihak terkait dan warga. Hari ke-2 dan ke-3, hasilnya nihil.

“Pada hari ini, pencarian kembali dilakukan menggunakan rubber boat (perahu karet) dengan sistem penyisiran aliran Way Semaka wilayah Suoh sampai radius sekitar 7 km dari lokasi awal,” ungkap Deni.

Sekitar pukul 18.10 WIB tadi (26/4), Tim SAR menerima laporan dari warga yang menemukan sesosok jasad wanita di aliran sungai. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan bahwa jasad yang ditemukan berjarak 1,3 km dari lokasi awal, merupakan Siti Rudiah.

“Dari informasi yang dihimpun, ketiga korban adalah satu keluarga, yaitu pasangan suami-istri bersama anak perempuan. Terkait apa penyebab ketiga korban terjatuh saat menyeberangi sungai, masih didalami pihak kepolisian,” kata Deni.

Pencarian ketiga korban tersebut, dilakukan oleh Tim Pos SAR Tanggamus dan SAR Lampung. Dibantu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat, personel Koramil dan Polsek Bandarnegeri Suoh, Palang Merah Indonesia (PMI), Tim Reaksi Cepat (TRC), pihak keluarga korban, dan warga sekitar aliran anak Way Semaka Bandarnegeri Suoh. (ayp)




Almarhumah Khaminah Ternyata Warga Lampung Tengah

EVAKUASI JENAZAH KHAMINAH: Inilah detik-detik saat proses evakuasi jenazah Khaminah (67) asal Kampung Sridadi, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, yang meninggal dunia lantaran Kapal Berkah Saudara yang ia tumpangi dari Dermaga Kotaagung, tenggelam di wilayah Pematangsawa Kamis (12/4) sore. (Foto-foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Cukup mengejutkan, satu wanita yang meninggal dunia korban tenggelamnya Kapal Berkah Saudara di Batutangkai Pekon Telukbrak, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus, ternyata adalah warga Kabupaten Lampung Tengah.

Ini menarik, baca juga: Eksklusif!! Ini Manifest Penumpang dan Kru Kapal Berkah Saudara yang Tenggelam di Tanggamus

Dia adalah Khaminah (67) yang beralamat di Kampung Sridadi, Kecamatan Kalirejo. Saat bertolak dari Dermaga Pelabuhan Kotaagung, almarhumah yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu, berniat berkunjung ke rumah kerabatnya di Pekon Telukbrak. Namun mujur tak dalat diraih, malang tak dapat ditolak. Ia malah meninggal dalam perjalanan ke tempat tujuan.

Komandan Pos SAR Tanggamus Kapten Adi Ayang Syah menjelaskan, jenazah Khaminah sudah dievakuasi tim gabungan dari lokasi tenggelamnya kapal yang dinahkodai Kasiman (57) itu. Pukul 03.03 WIB, jenazah Khaminah sudah tiba di Dermaga Pelabuhan Kotaagung.

“Saat tiba di Kotaagung dini hari ini, jenazah korban sudah dimasukkan dalam body bag BASARNAS. Lalu jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang Tanggamus untuk dibersihkan sebelum diantar ke rumah duka,” ujar Adi pada translampung.com, dini hari (13/4) tadi.

Dari pantauan di Dermaga Pelabuhan Kotaagung, jenazah Almarhumah Khaminah dijemput menggunakan satu unit ambulans BE 2981 GE, milik Balai Pengobatan Permata yang beralamat di Jalan Raya Kaliwungu, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.

Dengan sudah tibanya jenazah Khaminah di Kotaagung dini hari ini, Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus Adi Nugroho mengatakan, evakuasi dua korban meninggal dunia telah selesai.

“Jenazah Khaminah sedang dibersihkan di RSUD Tanggamus sebelum diantarkan ke rumah duka. Lalu jenazah Satiyem (60) yang merupakan warga Pekon Telukbrak, juga akan dimakamkan di kampung halamannya,” ungkap Adi Nugroho, mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi.

Jasa Raharja: Asuransi Korban Meninggal Dunia Rp50 Juta/Orang 

TERKAIT tenggelamnya Kapal Berkah Saudara yang menelan dua korban jiwa, Jas Raharja SAMSAT Tanggamus menyatakan sesegera mungkin menyalurkan asuransi untuk kedua korban.

Penanggung Jawab Jasa Raharja pada SAMSAT Tanggamus Sigit Purnomo yang dijumpai di Dermaga Pelabuhan Kotaagung Jumat (13/4) dini hari menjelaskan, asuransi bagi korban meninggal dunia, Satiyem (60) dan Khaminah (67). Masing-masing korban, kata dia, akan menerima Rp50 juta.

“Korban kecelakaan yang meninggal dunia, baik transportasi laut maupun darat, maksimal menerima Rp50 juta/orang. Sedangkan untuk korban luka-luka, maksimal Rp20 juta/orang. Ini kami sedang memprosesnya,” ujar Sigit. (ayp)




Eksklusif!! Ini Manifest Penumpang dan Kru Kapal Berkah Saudara yang Tenggelam di Tanggamus

PAPARKAN JUMLAH KORBAN: Komandan Pos SAR Tanggamus Kapten Adi Ayang Syah (tengah) didampingi personel BPBD Tanggamus dini hari tadi memaparkan pada translampung.com tentang jumlah pasti korban Kapal Berkah Saudara yang tenggelam di Batutangkai Pekon Telukbrak, Kecamatan Pematangsawa Kamis (12/4) sekitar pukul 14.30 WIB. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah simpang-siur, akhirnya Jumat (13/4) dini hari pukul 03.03 WIB, jumlah pasti penumpang kapal penyeberangan Berkah Saudara berhasil dikonfirmasi. Berdasarkan manifest penumpang dan kru kapal yang tenggelam di Batutangkai Telukbrak, Kecamatan Pematangsawa, Tanggamus pada Kamis (12/4) pukul 14.30 WIB itu, terisi 18 orang.

Setelah personel BASARNAS dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus tiba dari lokasi kapal karam dini hari tadi, Komandan Pos SAR Tanggamus Kapten Adi Ayang Syah memberikan keterangan pasti jumlah penumpang beserta kru kapal Berkah Saudara.

MANIFEST KORBAN: Inilah daftar nama korban (penumpang dan kru) Kapal Berkah Saudara yang dikeluarkan Pengelola Pelabuhan Kotaagung. (Foto: DOK BASARNAS)

“Baik, dini hari ini kami informasikan, data valid jumlah penumpang berdasarka manifest adalah 15 orang. Lalu nahkoda bernama Kasiman (57), warga Pekon Telukbrak, ditambah dua anak buah kapal (ABK) yaitu Imam (22) dan Aang (18). Kami konfirmasikan juga, dari 15 penumpang itu, 2 orang dinyatakan meninggal dunia, 13 lainnya selamat,” jelas Adi pada awak media yang masih bertahan hingga dini hari ini di Dermaga Pelabuhan Kotaagung.

KETERANGAN AWAL: Kabid Kedaruratan BPBD Tanggamus Adi Nugroho (tengah) saat memberikan keterangan pers awal, sebelum manifest korban penumpang dan kru kapal diterima. (Foto: AYP)

Berikut adalah daftar nama 15 penumpang kapal Berkah Saudara, berdasarkan manifest penumpang dan kru kapal yang disampaikan oleh Adi Ayang Syah.

Korban meninggal:

1. Satiyem (60 tahun)
2. Khaminah (67 tahun)

Korban selamat namun trauma:
2. Bintaro (45 tahun)
3. Jumiati (45 tahun)
4. Jahra (7 tahun)
5. Surojat (38 tahun)
6. Turiah (40 tahun)
7. Nopi (30 tahun)
8. Laras (35 tahun)
9. Susi (18 tahun)
10. Rexi (7 tahun)
11. Umi (30 tahun)
12. Deni (20 tahun)
13. Supardi Yanto (57 tahun)
14. Sanien (40 tahun)

Kru kapal:
1. Kasiman (57) sebagai Nahkoda
2. Imam (22) sebagai ABK
3. Aang (18) sebagai ABK

Kemudian unsur-unsur yang terlibat dalam evakuasi Kamis (12/4) sore hingga Jumat (13/4) dini hari ini, Adi menambahkan, terdiri dari Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, Syahbandar Kotaagung, BPBD Tanggamus, Anggota HNSI Kotaagung, Polres Tanggamus, Polair Kotaagung, Polsek Kotaagung, Pos AL Kotaagung, dan petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang Wilayah Kerja Kotaagung. (ayp)