. . .

Susu Arinal Kembali Ditemukan di Lamteng

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG TENGAH – Lagi, susu yang disertai gambar bakal calon gubernur (Bacagub) Lampung, Arinal Djunaidi ditemukan warga di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Padahal sebelumnya warga juga menemukan berdus-dus susu dan banner bergambar Arinal Djunaidi dan kini sedang dalam penelusuran pihak Bawaslu Lampung.

Kali ini, kembali warga digegerkan dengan beredarnya kembali susu yang diduga dari Tim Sukses Arinal Djunaidi, di Kampung Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah.

Selain susu, ada juga contoh surat suara pemilihan bergambar Arinal Djunaidi. Ditengarai, kedua barang tersebut akan dibagikan kepada warga, untuk mempengaruhi agar memilih Arinal, bekas Sekdaprov Lampung yang berpasangan dengan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim – akrab disapa Nunik – pada Pilgub Lampung 27 Juni mendatang.

Merasa resah, warga lalu menghubungi tokoh pemuda setempat, Yuniza Saputra dan Andi. Mewakili warga, keduanya lalu melaporkan sekaligus menyerahkan barang bukti tersebut ke Kantor Panwaslu Lampung Tengah, di Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunungsugih, Rabu (3/1) sekira pukul 11.00 WIB.

Hal ini dilakukan karena selain warga merasa resah juga takut, dengan pembagian sembako yang juga menyelipkan contoh surat suara dan dibagikan ke rumah rumah warga saat subuh secara diam-diam, tanpa diketahui warga.

“Ya, kita tadi (kemarin) ditelepon oleh warga Kampung Muji Rahayu, Seputih Agung, karena warga merasa bingung dan takut dengan adanya pembagian logistik dan atribut ini. Apalagi di salah satu atribut yang dibagikan terdapat contoh surat suara dan formulir kunjungan Relawan. Warga menolak,” ujar Yuniza.

“Untuk menghindari adanya keributan warga, maka kami selaku pemuda Lampung Tengah langsung membawa semua logistik dan atribut yang tersisa ke Kantor Panwaslu Lamteng untuk dilaporkan dan dijadikan barang bukti,” tambah dia.

Sementara, Ketua Panwaslu Lamteng, Harmono, membenarkan adanya laporan atas pembagian sembako dan atribut yang ada contoh surat suara bacagub Arinal.

“Ini sudah yang kedua kalinya kita menerima laporan masyarakat atas bacagub Arinal,” jelasnya.

Menurut Harmono, untuk laporan yang kedua kalinya ini jelas akan menjadi prioritas Panwaslu Lamteng ke depan.

“Sebab dengan insiden kali ini sudah terindikasi money politics, dan ini membohongi masyarakat. Langkah kita saat ini hanya bisa mencegah dan memberi teguran, karena masih dalam tahap sosialisasi, belum memasuki masa kampanye,” kata dia.

Telusuri Asal Susu

Sebelumnya, warga di Lampung Tengah (Lamteng) menemukan ratusan dus susu dan banner bergambar Arinal Djunaidi, bacagub yang sangat bernafsu jadi gubernur, dengan menyosialisasikan dirinya yang tidak dikenal masyarakat Lampung dan berharap dipilih, dengan menggelar Jalan Sehat.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, mengatakan, hingga saat pihaknya masih dalam proses penelusuran soal penemuan susu dan banner bergambar Arinal tersebut .

“Masih proses penelusuran. Bawaslu Provinsi Lampung sudah mengintruksikan Panwaslu Kabupaten Lampung Tengah, untuk menelusuri dan mengumpulkan keterangan terkait hal dimaksud,” kata Khoir – sapaan akrabnya – Selasa (26/12).

Menurut dia, saat ini Bawaslu sudah berkoordinasi dengan Kapolres Lampung Tengah dalam rangka pengamanan barang yang dilaporkan warga tersebut, namun bukan penyitaan.

“Sementara ini barang sudah dititipkan di kantor Polres Lampung Tengah,” jelas Khoir.

Menurut dia, hal itu sebagai upaya antisipasi meminimalisir praktik politik uang dalam Pilgub Lampung 2018.

Hal tersebut sesuai dengan pasal 101 huruf c Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyatakan bawha Panwaslu Kab/Kota diberi tugas ‘mencegah terjadinya praktik politik uang diwilayah kab/kota’.

“Apa yang kami lakukan saat ini adalah bagian dari upaya pencegahan terhadap praktik politik uang. Penting kami lakukan karena jika ini terjadi pada saat kampanye merupakan tindak pidana pemilihan dan bisa membatalkan Paslon (pasangan calon),” terang Khoir.

Sebelumnya, masyarakat Lampung Tengah menemukan ratusan kardus susu serta banner bergambar Arinal Djunaidi, yang berambisi maju dalam Pilgub Lampung 2018.

Kardus susu disita dari sebuah rumah di Perumahan Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lamteng. Kini barang-barang tersebut sudah diserahkan ke pihak kepolisian.

Dari Langit?

Sementara, Ketua Badan Advokasi Hukum DPW Partai NasDem Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, menyayangkan sikap Bawaslu Lampung yang tidak menindak langsung temuan ratusan dus susu kaleng dan banner bergambar Arinal Djunaidi.

“Harusnya Bawaslu Lampung langsung tangkap dan angkut ke Gudang Bawaslu. Polres Lampung Tengah bukan tempat penitipan susu Arinal,” ujarnya, Senin (25/12).

Wahrul meminta agar Bawaslu Lampung tidak hanya bermain di ranah aturan normatif saja. Bawaslu harus lebih progresif untuk segera menegakkan aturan. Karena susu dan banner tersebut diamankan dari dalam mobil yang tentu mempunyai sopir. Untuk itu, Bawaslu bisa segera menyelidiki sopir tersebut.

“Harus ada diskresi kalau sudah masif begini, tinggal tanya sopirnya ngambil barang susu dan banner-nya dari mana, siapa yang perintah. Tidak mungkin susu Arinal itu dikirim dari langit,” tukasnya.

“Itu karena parpol sudah mengeluarkan rekomendasi, maka bukan saja setiap orang, tim kampanye, tapi juga Arinal-Nunik bisa dipidana karena bagi-bagi susu. Kalau ini kita biarkan, remuk demokrasi kita,” tambah mantan ketua LBH Bandarlampung itu.

Menurut dia, komisioner Bawaslu tentu tidak menutup mata, bahwa sebelum waktu penetapan terhadap para calon kontestan Pilkada 2018 mendatang, sangat rentan terhadap aksi pelanggaran pemilu.

Wahrul menyarankan, jika aturannya belum ada untuk menindak temuan-temuan yang diduga indikasi pelanggaran pemilu tersebut, maka Bawaslu daerah bisa melaporkan ke Bawaslu pusat untuk segera membuat aturannya,

“Bawaslu dialektikanya harus jalan dan harus tajam. Kan bisa, misalnya untuk cepat lapor Bawaslu pusat soal penambahan aturan yang mendesak ini, karena ini jelas kok pelanggaran moral demokrasi. Jangan sampai masyarakat di bawah marah dan salah mengambil langkah,” tandas dia. (nnm/rls/rus)