Sukinah yang di duga keracunan obat akhirnya meninggal

0
656
views

TransLampung.com

Sukadana – Orang miskin di lag sakit nampaknya berlaku di Lampung timur. Ibu sukinah warga desa Pasar Sukadana,kec.Sukadana Lamtim yang di duga keracunan obat(SJ Sindrome) dengan kulit melepuh di sekujur badan(TransLampung.com 28/2) akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di kediaman Beliau pada pukul 13.15 wib(01/03) ,jenajah Almarhumah di makamkan pada hari itu jg di Tpu Tegal sari.

Menurut keterangan dari pihak keluarga” bahwa stelah di rawat       1hari di RSUD Abdul moeloek Bandar Lampung keadaan pasien tidak ada perubahan bahkan memburuk,karna tidak adanya biaya akhir pihak keluarga memohon agar pasien di bawa pulang.bantuan hanya datang seadanya dari sanak saudara dan orang-orang yang peduli dan prihatin terhadap penyakit almarhumah. Sementara dari pemerintah daerah Lampung Timur ataupun dinas terkait tidak ada satupun yang memberi bantuan kepada almarhumah.

Ketika diwawancarai P2TP2A (pusat pelayanan terpadu pendampingan perempuan dan anak) Lampung Timur dalam hal ini diwakili oleh Dian Ansori mengatakan bahwa kami sangat kecewa dengan pelayanan RSUD sukadana dan Dinas Kesehatan kabupaten Lampung Timur. Kami akan melayangkan surat kepada dua instansi tersebut. Kami selaku P2TP2A Lampung Timur  telah berusaha membantu almarhumah dengan mengajukan permohonan keringanan biaya rumah sakit mulai surat pengantar dari desa , kecamatan, dinas sosial sampai dengan dinas kesehatan Lampung Timur. Yang menjadi kendala adalah kepala dinas kesehatan Lampung Timur sedang umroh, sedangkan kabid yang menangani masalah tersebut sedang dinas luar ke Bandar Lampung sementara Kasi tidak diberikan kewenangan untuk merekomondasi surat keterangan tersebut.

Perlu di ketahui bahwa ibu Sukinah tergolong warga yang tidak mampu

Pekerjaan sehari-harinya hanyalah buruh serabutan dan belum pernah mendapat bantuan baik itu raskin, BLSM dan lain-lain. Sedangkan itu menjadi syarat untuk mendapatkan rekomondasi ataupun BPJS kesehatan yang di biayai oleh APBD Lampung Timur.

Harapan dari P2TP2A Lampung Timur semoga tidak ada Sukinah-Sukinah lain mengalami hal yang sama khususnya di Lampung Timur”..