. . .

Strike! Polres Tanggamus Ungkap 2 Ha Ladang Ganja (Lagi)

image_print
EKSPOSE LADANG GANJA: Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, Kasatres Narkoba Iptu. Anton Saputra, Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, dan Kasat Intelkam AKP Samsuri, saat menunjukkan barang bukti puluhan batang tanaman ganja beserta penjaga ladang Mat Yusuf, dan tersangka yang menanam ganja di pot dari Gisting, Pepen. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Penanaman ganja di ladang seluas lebih kurang 2 hektare, berhasil diungkap Tim Khusus Opsnal Narkoba dan Opsnal Reskrim Polres Tanggamus. Puluhan batang tanaman bernama ilmiah Cannabis indica yang mengandung zat tetrahidrokanabinol itu, ditemukan di ladang yang berlokasi di Pedukuhan Tulungbalak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur.

Cannabis sativa/indica adalah tumbuhan budidaya penghasil serat. Namun bidang medis lebih mengenal tanaman suhu dingin ini, sebagai obat psikotropika. Sebab adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol. Kandungan itulah yang membuat pemakainya mengalami halusinasi euforia (rasa senang) berkepanjangan tanpa sebab. Tanaman ganja ini biasanya dibuat menjadi rokok marijuana.

Tak hanya mengungkap ladang ganja, polisi juga sukses memborgol Mat Yusuf (59). Warga Pedukuhan Bayur, Pekon Kotaagung itu diduga kuat sebagai perawat dan penjaga ladang ganja. Di samping pekerjaannya sehari-hari sebagai petani. Mat Yusuf merupakan kaki tangan “majikan” ladang ganja yang berinisial A dan kini menjadi buronan polisi.

Keberhasilan itu langsung disampaikan Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. pada Kamis (8/11) sore di mapolres setempat. Dalam ekspose itu, kapolres didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, Kasatres Narkoba Iptu. Anton Saputra, Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, dan Kasat Intelkam AKP Samsuri.

Kapolres Tanggamus menjelaskan, ladang ganja yang ditemukan, terbagi dalam dua lokasi terpisah yang saling berdekatan. Pada lokasi I, polisi menemukan 80 batang pohon ganja ukuran besar. Lalu di lokasi II ditemukan 21 batang tanaman ganja ukuran kecil.

Pengungkapan ladang ganja di wilayah Tanggamus, jelas I Made Rasma, berawal dari temuan barang bukti yang diperoleh di Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar pada bulan Oktober lalu. Lantas anggota Satres Narkoba melakukan penyelidikan dan pengembangan, sehari setelah menerima informasi.

“Minggu (28/10) anggota kami dapat informasi. Lalu Senin (29/11) kami berhasil menemukan lokasi penanaman ganja yang dimaksud. Lokasi berjarak 10 jam dari Kotaagung. Ditambah tiga jam dengan jalan kaki ke lokasi. Luas lahannya mencapai 2 ha,” beber I Made Rasma.

Dari situlah, polisi mengantongi satu nama yang berkaitan dengan ladang ganja ini, yaitu Mat Yusuf. Namun dia sudah sempat melarikan diri dan bersembunyi di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

“Setelah dipastikan, kami melakukan penangkapan. Dia ditangkap di rumah anaknya di Cimanggis, pada Selasa (6/11) dan kami bawa ke sini untuk diproses lebih lanjut,” ujar kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka Mat Yusuf adalah penggarap ladang milik DPO berinisial A. Di hadapan penyidik, tersangka mengakui, tanaman ganja di ladang milik A sudah tiga kali panen. Sementara di ladangnya, baru satu kali dipanen.

“Tersangka mengaku bahwa A memberinya upah antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per minggu, dari hasil penjualan panen tanaman ganja tersebut,” kata kapolres lagi.

Dari big fish ladang ganja ini, Polres Tanggamus juga turut mengamankan beragam barang bukti. Mulai dari satu unit ponsel merek Nokia warna hitam yang digunakan sebagai alat komunikasi antara tersangka dengan si A. Lalu barang bukti dari lokasi I, berupa 80 batang tanaman ganja besar setinggi dua meter dan 20 batang ganja kecil berukuran 70 cm. Berikutnya dari lokasi II, polisi mengamankan 21 batang kecil ganja ukuran 18 cm di dalam tempat penyemaian.

PERIKSA UKURAN: Salah seorang anggota Polres Tanggamus saat memeriksa ukuran tinggi tanaman ganja yang berhasil diamankan dari ladang di Pedukuhan Tulungbalak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar. (Foto: POLRES TANGGAMUS)

“Tersangka Mat Yusuf dijerat dengan Pasal 111 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Dengan hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun, atau denda maksimal Rp8 miliar,” tandas kapolres. (ayp)