. . .

Stop Making a Stupid Person Be a Famous !

image_print

Oleh :

Fajar Qolby Laily

Mahasiswa Prodi Studi Ilmu Komunikasi (S1)

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Translampung.com – Media social atau yang akrab dengan sebutan medsos adalah sebuah media online yang mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi (blog, jejaring social, wiki, forum, dan dunia virtual). Pada jaman modern ini media social sangat pesat dan maju di kalangan muda, dewasa dan bahkan anak kecil pun yang masih dibawah umur dapat mengakses media social, khususnya Negara kita ini yaitu Negara Indonesia.

Hal ini juga didukung oleh perkembangan teknologi digital yang penetrasinya hingga berbagai kalangan, sehingga informasi-informasi menjadi sulit terbendung.

Salah satu penggunaan social yang tingkatannya lumayan cukup tinggi di berbagai kalangan dan dengan cepat viral yaitu seperti aplikasi social Tik Tok. Tik Tok merupakan sebuah aplikasi sosial video pendek yang memberikan special effect unik dan menarik yang dapat digunakan oleh penggunanya dengan mudah. Aplikasi ini memiliki dukungan music yang banyak, sehingga para pengguna Tik Tok dapat melakukan performanya dengan tarian serta gaya bebas yang dapat mendorong kreativitas penggunanya menjadi konten creatore.

Akan tetapi, terkadang netizen dalam pembuatan video tersebut masih banyak yang belum bisa memahami maksud dari aplikasi social Tik Tok. Sehingga secara tidak langsung mereka dapat merugikan pihak-pihak  yang bersangkutan dan hal ini dapat menjadi dampak negative di media social. Misalnya,  seorang bayi yang baru lahir beberapa minggu dimana wajahnya dibuat video oleh kakaknya dengan cara meremat-remat layaknya memainkan squisy, ketika seorang ayah meninggal dunia sang anak malah asyik membuat video Tik Tok, dan yang baru-baru ini terjadi yaitu seorang anak kecil yang membuat video Tik Tok dimana dia terlihat sangat tampan sehingga membuat follower meet and greet dengan menarik tarifan rupiah, yang dimana ketika bertemu sang anak kecil tersebut tampangnya biasa saja.

Dari contoh tersebut itu semua netizen menginginkan sebuah ketenaran layaknya seperti artis. Hal ini dibutuhkan bagi netizen untuk dapatnya meningkatkan kesadaran dalam penggunaan media social yang tidak dapat merugikan bagi orang lain maupun diri sendiri.

“Stop Making a Stupid Person Be a Famous !” Ya kata ini cocok bagi para pengguna aplikasi social video Tik Tok yang salah penggunaannya. Kita boleh berekspresi bebas di dunia maya, akan tetapi ada juga batasannya dalam berekspresi bebas “Positif”.

Berikut beberapa tips untuk menggunakan aplikasi social secara baik dan bijaksana :

Share video untuk membuat konten lebih menarik, agar bisa mendapatkan follower dan banyak like ketika mengunggah video tersebut di media social.

Cari tau tentang maksud dari aplikasi tersebut, jangan membuat onar di media social yang dapat mengarahkan kita ke hal negative.

Jadilah konten creator positve.

Pergunakan aplikasi social tersebut dengan memenuhi etika yang baik.

Maka dengan cara kita memperhatikan dan menjaga aplikasi-aplikasi social media khususnya di Indonesia diharapkan lebih optimal lagi dalam penggunaan media social dan tidak ada lagi merugikan orang lain ataupun diri sendiri yang memiliki pengaruh cukup besar. (*)