. . .

Status Tanggap Darurat Bencana Pekon Sukamulya Berakhir

image_print
KEHILANGAN DAPUR: Salah satu korban banjir di Pekon Sukamulya, Kecamatan Pugung, Asep, yang kehilangan dapur rumahnya lantaran hanyut diterjang banjir beberapa waktu lalu. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kondisi warga Pekon Sukamulya, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, kini sudah perlahan membaik pascabanjir pada Selasa (5/3) lalu. Bahkan sekarang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanggamus telah resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana di Pekon Sukamulya.

Berakhirnya status tanggap darurat di pekon yang terparah terdampak banjir akibat guyuran hujan deras itu, dibenarkan Sekretaris BPBD Tanggamus, Maryani. Menurut dia, status tanggap darurat di Pekon Sukamulya, sejatinya berakhir Minggu (10/3). Hal itu karena kondisi warganya sudah membaik dan kerusakan infrastruktur umum, dinyatakan tidak terlalu parah.

“Untuk di sana memang sudah kami tutup pos daruratnya. Bantuan juga sudah kami salurkan semua. Jadi Pekon Sukamulya Kecamatan Pugung sudah tidak dalam status tanggap darurat bencana lagi,” ujar Maryani, Senin (11/3).

Soal bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, warga mengaku mendapatkan bantuan makan selama tiga kali sehari. Terhitung sejak Rabu (6/3) lalu. Selain itu ada juga bantuan pakaian layak pakai, khususnya untuk perempuan.

Salah seorang warga Pekon Sukamulya, Ha’im mengatakan, saat ini warga sudah mulai beraktivitas seperti semula. Mereka sudah ada yang mulai ke kebun, berdagang, dan lainnya. Kondisi mental juga sudah membaik, artinya kecemasan warga sudah berkurang.

Alhamdulillah kondisi warga sudah membaik. Kami sudah tidak bingung lagi. Kami juga sudah mulai menerima kenyataan kalau kena banjir. Sekarang sudah ikhlas. Yang terpenting semuanya selamat. Kalau kerusakan sama harta, bisa dicari lagi,” kata pria yang berprofesi sebagai montir sepeda motor itu.

Kendati status tanggap darurat bencana sudah berakhir dan sebagian besar warga sudah mulai beraktivitas kembali, Ha’im mengaku belum membuka usaha bengkel motornya. Hal itu karena kondisi fisik masih lelah, setelah membereskan barang-barangnya yang berantakan akibat rumahnya yang sempat terendam banjir.

Dia juga menuturkan, sekarang tanah mulai kering dan permukaan air sudah menyusut. Sedangkan warga yang rumahnya hanyut, sudah pindah ke rumah kerabat yang selamat. Rumah-rumah warga Pekon Sukamulya yang rusak, sementara dibiarkan. Namun isi rumahnya sudah ditata ulang.

“Rumah-rumah yang rusak sementara dibiarkan dulu. Kalau saya rencananya mau membongkar dan bangun (rumah) lagi,” ujar Ha’im.

Ayah dua anak itu mengaku memiliki dua bangunan rumah. Terdiri dari satu rumah permanen dan satu semipermanen. Rumah yang permanen itulah yang selama ini digunakan Ha’im sebagai lokasi bengkel sepeda motornya sekaligus sebagai tempat tinggalnya bersama istri dan anak-anaknya.

“Rumah yang permanen ini secara keseluruhan selamat dari banjir. Tetapi semua barang-barang, termasuk peralatan saya bekerja di bengkel terendam (air),” ungkapnya.

Sedangkan bangunan yang semipermanen, selama ini digunakan Ha’im untuk tempat menyimpan berbagai peralatan. Rumah yang ini, seluruh dindingnya jebol dihantam luapan banjir. Hanya tersisa rangka rumah dan atapnya.

Warga lainnya, Asep mengaku, sudah ikhlas dan menerima menjadi korban banjir. Kerugian material yang dideritanya berupa dinding bagian dapur yang jebol dan hampir runtuh. Sebab pada bagian dapur, kondisinya masih semipermanen.

“Sudah biarkan dulu. Nanti pelan-pelan diperbaiki. Yang penting, barang-barang sudah disusun lagi. Kalau yang hilang, ya saya ikhlaskan saja. Besok-besok usaha lagi untuk membelinya,” tutur Asep yang mengaku kehilangan peralatan dapur. (ayp)

error: Content is protected !!