. . .

Staf Hukum Pemkab Kukar Akui Terima Suap

image_print

Dari Pemohon Izin Lingkungan

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Fakta hukum adanya pundi-pundi rupiah yang mengalir guna memuluskan perizinan perkebunan di Kabupaten Kukar kian terkuak. Staf bagian hukum Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) A Faizal Nur Alam Sosang, saat bersaksi untuk terdakwa Hery Susanto Gun alias Abun mengaku pernah menerima uang dari PT Sawit Golden Prima. Perusahaan itu adalah pemohon izin lingkungan untuk perkebunan sawit.

“Dari pemohon baru sekali, dari Timotius,” ujar Faizal kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Menurut Abun, saat itu Timotius yang dimaksud Faizal merupakan staf PT Sawit Golden Prima ingin mengajukan izin perkebunan kelapa sawit.

“Pernah menerima sekitar Rp 5 juta dari Timotius,” ujar Faizal.

Pada mulanya, kata Faizal, dia ditugaskan untuk hadir dalam rapat mengenai permohonan izin lokasi perkebunan sekitar tahun 2009 dan 2010. Menurut Faizal, sebelumnya ada dua perusahaan yang mengajukan permohonan.

Namun, saat dilakukan peninjauan lapangan, hanya PT Sawit Golden Prima yang mengikuti. Faizal tidak mengetahui mengapa hanya satu perusahaan yang ikut.

Dalam kasus ini, Hery Susanto Gun alias Abun didakwa menyuap Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Hery Susanto memberikan uang Rp 6 miliar kepada Rita Widyasari.

Menurut jaksa, uang itu diberikan terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit kepada PT Sawit Golden Prima.

Abun didakwa melanggar Pasal 5 Ayat 1 Huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) Huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001. (rdw/JPC/jpg)