Spot ATM BRI, ASITA: Itu Ide yang Kebablasan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Spot selfie Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang di letakkan Bank Rakyat Iandonesia di salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pesawaran membuat Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Lampung angkat bicara, menurutnya itu merupakan suatu ide yang kebablasan. Hal itu dikatakan Sekretaris (ASITA) Provinsi Lampung, Adi Susanto kepada Trans Lampung, Senin (26/2).

Dirinya mendukung program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan BRI untuk kesejahteraan masyarakat, namun menurutnya hal itu tidak sebanding dengan kerusakannya.

“Spot ATM BRI Bawah laut sudah kebablasan. Ide CSR nya cukup kami dukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seputar Pahawang dengan mendapatkan retribusi dari spot yang dibuat oleh BRI namun hal tersebut tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang ada meski BRI memberikan 500 transpalasi trumbu karang pengganti disekitar ATM BRI bawah laut. Dan kenapa BRI tidak bekerjasama dengan kami ASITA yang memang notabene mengetahui minat wisatawan apa saja yang diinginkan,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, bahwa kenapa program CSR tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan dan pelestarian hutan mangrove yang ada di Pulau Pahawan Kabupaten Pesawaran. Dia menilai itu lebih bermanfaat untu keberlanjutan kelestarian alam.

“Kenapa BRI tidak mengembangkan hutan mangrove disekitar Pahawang itu lebih elegan dan membantu melestarikan lingkungan disekitar Pahawang. Kami sebagai pelaku wisata sangat senang jika ada program ke Pahawang, namun sebaiknya ditelaah dan diteliti terlebih dahulu dampak dari apa yang kita lakukan,” jelasnya.

Menurut Adi, spot-spot snorkeling di Pulau Pahawang suah cukup banyak, dan para wisatawan membutuhkan pemandangan bawah laut yang asli dengan kelestarian trumbu karang.

“Dan sudah cukuplah spot-spot snorkling di Pahawang yang sudah begitu banyak, jangan ditambah spot lagi karena wisatawan itu ingin menikmati keindahan bawah laut bukan spot yang gersang dan memiliki nilai lingkungan yang baik dan berkelanjutan. Jangan rusak lagi pahawang dengan spot baru biarkan wisatawan datang ke Lampung dengan alam yang masih original dan exsotis,” imbuhnya.

Dan dia juga mengangap Penyematan Sertifikat Musium Rekor Indonesia (MURI) tidak beralasan.

Perkembangan terakhir bahwa Bupati Pesawaran, Dendi Romadhona mengatakan hari ini akan dilakukan pengangkatan Spot ATM BRI. (hkw)

News Reporter