Spesialis Curat 17 TKP Dibekuk di Pasar Gisting

TRANSLAMPUNG.COM, SUMBEREJO – Terhenti sudah sepak terjang komplotan pembobol rumah yang sudah sangat meresahkan warga Tanggamus. Spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terdiri dari tiga tersangka, sudah berhasil dibekuk aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sumberejo. Sementara satu pelaku lainnya saat ini masih buron. Di hadapan petugas, tersangka mengakui sudah 17 kali beraksi di wilayah Tanggamus dan Pringsewu.

Kapolsek Sumberejo AKP M. Samsari membenarkan penangkapan terhadap Liansyah (33) warga Pekon Banjarmanis, Kecamatan Gisting. Berawal dari tersangka Liansyah ini, ada satu tersangka lagi, yakni Mashur (30) yang juga terlibat. Namun warga Pekon Bandingagung, Kecamatan Talangpadang, saat ini sudah lebih dulu mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Waygelang lantaran kasus narkoba.

“Sementara satu pelaku lainnya, yaitu Ca (30) masih terus diburu petugas. Dia kabur dengan turut serta membawa kunci T yang selama ini menjadi alat utama para tersangka untuk beraksi,” ujar kapolsek, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora kemarin (6/3) sore.

Penangkapan terhadap Liansyah, Samsari melanjutkan, berdasarkan tiga laporan perkara (LP). Antara lain LP/B-106/X/2016/LPG/TGMS/SEK SUMBER tanggal 19 Oktober 2016. Kemudian LP/B-122/XI /2016/LPG/TGMS/SEK SUMBER tanggal 08 November 2016. Dan LP/B-146/XII/2016/LPG/TGMS/SEK SUMBER tanggal 02 Desember 2016.

“Dari tiga LP yang kami terima, nama pelapor yang menjadi korban komplotan ini pun berbeda-beda. Pelapor pertama adalah Prastowo (35) warga Pekon Sumbermulyo, Kecamatan Sumberejo. Lalu Muhammad Muthohar (44) warga Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumberejo. Dan Slamet (59) warga Pekon Sidorejo, Kecamatan Sumberejo,” jelas Samsari.

Dari penangkapan Liansyah, petugas berhasil menyita lima unit sepeda motor. Yaitu tiga unit Yamaha Vega warna merah-hitam, warna hitan, dan biru-hitam tanpa nomor polisi (nopol), satu unit Yamaha Vixion warna hitam nopol BE 3019 VV, dan satu unit Suzuki Satria FU warna hitam nopol B 6592 FKD.

“Tersangka ini cukup licin ketika akan ditangkap. Awalnya kami intai di rumahnya, pelaku selalu menghilang. Beruntung tim yang kami terjunkan melihatnya berada di Pasar Gisting bersama paman dan keponakannya. Liansah kami tangkap tanpa perlawanan pada Selasa (28/2) pukul 21.30 WIB di Pasar Gisting,” terang AKP Samsari.

Salah satu korban atas nama Slamet, lanjut kapolsek, menerangkan saat bekerja di sawah korban memarkirkan sepeda motornya jenis Yamaha Vega warna merah di pinggir jalan. Sekitar pukul 15.30 WIB, korban hendak pulang ke rumah. Namun sepeda motor miliknya sudah raib. Kemudian korban mencari di sekitar tempat kejadian akan tetapi tidak ditemukan. Lantas korban melaporkan ke Polsek Sumberejo.

Kemudian Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sumberejo, Bripka Jemi Carsen yang mengetahui satu warganya kehilangan sepeda motor, kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres Tanggamus. Informasi tersebut diteruskan kepada jajaran, akhirnya sepeda motor diketahui berada di Kecamatan Talangpadang.

“Setelah dilakukan penyidikan, barulah diketahui tersangka yang kami tangkap tersebut adalah pelakunya. Dia beraksi bersama Ca yang kini masih buronan. Lalu Liansyah juga mengungkapkan, selama ini, Liansyah dan Ca juga beraksi bersama Mashur yang sudah terlebih dahulu ditangkap karena kasus narkoba. Sehingga nanti, begitu pelaku Mashur selesai menjalani hukuman perkara narkobanya, langsung kami tangkap lagi untuk menjalani proses tindak pidana curatnya,” tegas Samsari.

Komplotan spesialis curat tersebut sudah cukup lama melanglang-buana dan menyatroni harta para korbannya. Liansyah sendiri mengakui, selama ini dia bersama Ca dan Mashur sudah 17 kali melakukan pencurian. Terbanyak di wilayah hukum Polsek Sumberejo, ada tujuh tempat kejadian perkara (TKP), yaitu satu kali di Pekon Wonoharjo, dua kali di perkebunan Pekon Sumbermulyo, sekali di Pekon Tegalbinangun, sekali di Pekon
Sidomulyo, sekali di Pekon Sumberejo, dan sekali di perkebunan Pekon Sidorejo.

“Lalu masing-masing satu kali curat di wilayah hukum Polsek Talangpadang, yaitu di Pekon Gisting, Kecamatan Gisting; sekali di Tanjakan Jenggot Pekon Campang, dan sekali di Pekon Campang. Kemudian wilayah hukum ?Polsek Pulaupanggung ada empat TKP, yaitu di Pekon Sinarmulyo 2 TKP, di Pekon Naningan, dan di Pekon Tekad. Wilayah hukum Polsek Pagelaran ada satu TKP di Pekon Gemahripah serta wilayah hukum Polsek Pringsewu dua TKP, yaitu Pekon Fajarisuk dan Pekon Sidoarjo,” beber Samsari.

Modus operansi komplotan curat ini, kapolsek menambahkan, yaitu dengan sistem hunting (berburu). ?Para pelaku berkeliling menaiki sepeda motor secara berboncengan. Setelah melihat sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya dan terparkir di pinggir jalan, di depan rumah, atau di kebun-kebun, mereka langsung mencuri sepeda motor dengan menggunakan kunci T yang saat ini masih dibawa tersangka Ca.

“Kemudian setelah berhasil, para pelaku membawa kabur sepeda motor korbanya. Saat ini kami masih memburu Ca berikut barang bukti yang belum didapatkan. Lima unit sepeda motor yang sudah berhasil kami sita, kami dapatkan dari rumah Liansyah dan Mashur. Kami juga terus berkoordinasi dengan polsek-polsek tempat komplotan ini beraksi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Liansyah Cs ini akan kami jerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang curat, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tandas Samsari.(ayp)

News Reporter