Soal Sidik Jari di Pisau, Alibi Istri Kakek Tamrin, dan Rekam Medik Penyakit, Ini Kata Kapolsek Pulaupanggung

 
OLAH TKP: Petugas dari Polsek Pulaupanggung dibantu tim medis saat Olah TKP dan memeriksa jasad Tamrin (72), yang ditemukan tewas mengenaskan di halaman rumahnya dengan luka sayatan dan tusukan sebilah pisau serta kondisi alat kemaluan yang sudah terputus. (Foto-foto: DOKUMENTASI POLSEK PULAUPANGGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Masih seputar tewasnya Tamrin (72) dengan cara yang sangat mengenaskan, Kapolsek Pulaupanggung AKP Budi Harto menyebutkan, sidik jari yang mungkin tertinggal pada gagang pisau, belum didalami. Sebab Sabtu malam, pihaknya masih fokus untuk Olah TKP dan mengamankan situasi.

“Kami memang belum dalami soal sidik jari pada pisau yang jadi barang bukti itu. Namun sudah kami amankan untuk selanjutnya kami bawa ke Satuan Reskrim dan INAFIS Polres Tanggamus,” ungkap Budi Harto pada translampung.com via ponsel, tadi sore.

Baca juga: Ini Luka-luka pada Tubuh Kakek Tamrin dan Barbuk yang Ditemukan

Ditanya lebih lanjut oleh soal keterangan dan alibi istri korban yang tidak ada di TKP ketika jasad korban ditemukan warga, Budi Harto menjawab, juga baru akan didalami. Hingga berita ini dirilis, Polsek Pulaupanggung belum memanggil secara resmi istri korban, Jmt, untuk diambil keterangannya.

“Sabtu malam hingga Minggu (4/3) dini hari  tadi, kami baru sebatas mengobrol biasa dengan istri korban. Tapi belum kami ambil keterangan secara resmi di mapolsek,” ujar Budi Harto, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Pemeriksaan lebih intensif terhadap sebilah pisau cap garpu beserta sarungnya yang berlumuran darah di TKP tewasnya Tamrin, tentu menjadi fakta penting untuk mengungkap pemyebab tewasnya kakek usia senja yang menggemparkan warga Pekon Datarlebuay itu. Pun demikian dengan keterangan dan alibi Jmt, istri korban. Sebab saat tiga saksi menemukan jasad Tamrin tergeletak di halaman rumah, Jmt tidak ada di TKP.

Ditambah lagi dengan rekam medik korban, terkait penyakit yang selama ini dideritanya, polisi belum mengantongi keterangan pasti dari otoritas terkait. Yang ada hanyalah, sekilas info dari para tetangga korban, yang menyebutkan bahwa korban selalu mengeluhkan sakit dan punya kecenderungan aktif untuk bunuh diri.

“Soal riwayat penyakit korban, kami juga belum menelusurinya lebih lanjut. Tapi kami akan cari data-data valid, selama ini korban sudah pernah berobat ke mana saja dan apa pastinya penyakit yang diderita korban,” tandas Budi Harto. (ayp)

News Reporter