Soal Rekom PAN, Panwil: Baru Wacana, Sudah Dibocori

0
611
views
Nyimas G Putri Agus

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Terkait surat rekomendasi bakal calon gubernur (Bacagub) Lampung dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang diberikan ke Arinal Djunaidi, panitia wilayah (Panwil) PAN Daerah Pemilihan Lampung Hj. Nyimas G. Putri Agus angkat bicara.

Dia menegaskan bahwa surat rekomendasi kepada Arinal Djunaidi belum sah atau hanya sebatas wacana saja. Bahkan, menurut Nyimas, rekomendasi itu menyalahi aturan, serta konsep suratnya juga tidak benar.

“Konsep surat rekomendasi itu tidak sesuai prosedur , makanya tidak bisa juga ketum (Ketua Umum, Zulkifli Hasan) menandatangani. Tim Pilkada juga belum dibentuk di DPP. Kalau rekom keluar, itu belum sah. Kalau boleh dikatakan masih wacana, karena ini ada faktor ‘U’. Jadi mereka pikir ini sudah bisa menjadikan rekom kepada calon. Padahal prosedur yang benar bukan begini,” jelasnya, saat dihubungi Translampung.com, Jumat (15/9/2017).

Nyimas mengaku sudah melakukan pertemuan dengan DPP PAN, untuk menanyakan yang sebenarnya.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Nyimas, dirinya meminta Zulkifli Hasan untuk mempertimbangkan dan menilai hasil rekomendasi tersebut.

“Bisa jadi ketum akan ganti. Rekomendasi itu dicabut, digantikan orang lain. Saya meminta agar menimbang dan menilai, karena kita ini bukan jual beli partai. Ketum ini tidak bodoh, tidak ada itu urusan keluarga atau kedekatan emosional,” terangnya.

Nyimas menambahkan, harusnya DPP PAN memberikan mandat rekom ini ke Ketua DPW PAN Lampung Bachtiar Basri, untuk siapa rekomendasi ini diberikan di antara tujuh calon itu. Karena DPW lebih tahu kondisi Lampung.

“Nah, ternyata rekom baru wacana, ini sudah dibocori, mereka merasa sudah sah. Ketua DPW tidak dipanggil oleh DPP, karena DPP mau tanya calon yang bagus (hasil) surveinya di Lampung, sebab dia (DPW) yang tahu wilayah, sama seperti Panwil. Lalu tiba-tiba ada statemen di media, yang menyatakan rekomendasi ke Arinal. Sementara, itu belum tentu untuk Arinal, sebelum ada kesepakatan ketua DPW ke DPP,” urainya.

Menurut Nyimas ini ada permainan politik, sehingga menjadi memanas sebelum ada koordinasi yang jelas.

“Jadi rekomendasi itu belum jelas, masih dirahasiakan di DPP. Inilah tugasnya Panwil yang benar ada SK-nya dari DPP, pengurus di DPP PAN,” kata mantan Bendahara DPP PAN.

Nyimas mengaku telah memberitahukan kepada Ketum PAN, bahwa belum dilakukan survei untuk Arinal.

“Jadi saya minta kepada ketum agar kita lihat dulu surveinya di lapangan, apakah Arinal ini dekat dengan masyarakat, bagaimana program-programnya, sudah dijalankan apa belum, dan tim survey yang menilai. Jangan ketika nyalon baru mendekati masyarakat. Harusnya dari tahun 2016 dia sudah mengambil hati rakyat sebagai persiapan untuk nyalon,” ujar Nyimas. (r2)