Soal Fly Over Jalan Pramuka-Cik Ditiro, Warga Minta Rp3 Juta Permeter NJOP Hanya Rp590 Ribu

0
566
views
BANDARLAMPUNG – Rencana pembangunan Jembatan Layang (Fly Over) Jalan Pramuka – Cik Ditiro, Kemiling Bandarlampung sedang dalam proses pembebasan lahan.
            Ketua tim pembebasan lahan  Pemkot Bandarlampung, Dedy Amarullah mengatakan, saat ini pihaknya mesih melakukan negosiasi kepada warga sekitar yang terkenal dampak pembangunan Fly Over ke enam di Bandarlampung ini.
            “Iya kita masih negosiasi, karena warga yang terkena pembebasan lahan meminta ganti rugi sebesar Rp3 juta permeter, sedangkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) diwilayah tersebut masih sebesar Rp590 ribu. “ jelas Dedy saat ditemui di lingkungan Pemkot Bandarlampung, Selasa (26/4).
            Dia mengungkapkan, dalam hal pembebasan lahan ini, Pemkot tidak menyediakan sejumlah anggaran, karena anggaran yang disediakan nantinya berdasarkan dari harga negosiasi kepada warga,” ujar dia.
            Untuk luas lahan yang akan dibebaskan, Dedy mengaku tidak terlalu banyak. Karena yang dibebaskan hanya sekitar 200 hingga 300 meter. “Jadi yang dibebaskan dari belakang PDAM atau lampu merah Jalan Cik Ditiro sampai dengan Jalan Pramuka. Khusus di Jalan Cik Ditiro kemungkinan tidak banyak yang terkena dampak, ya paling hanya terkena imbasnya saja sekitar setengah sampai satu meter saja,” beber dia.
            Sementara, Walikota Bandarlampung Herman HN memastikan pembangunan Fly Over Jalan Pramuka – Jalan Cik Ditiro Kemiling Bandarlampung akan dilakukan secara Multi Years (Bertahap,red).
            Langkah ini ditempuh, sambung dia, adalah untuk menyeimbangkan kemampuan keuangan daerah dengan pengeluaran. Terlebih, saat ini Pemkot sedang kekurangan dana di kas daerah, seiring dengan pemotongan anggaran dari pusat. Faktor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak mencapai target pada tahun lalu juga turut berperan.
“Iya pembangunan Fly Over di Kemiling akan kita lakukan secara multy years. Itu instruksi langsung dari saya kok. Langkah ini ditempuh supaya pembangunan yang direncanakan di tahun 2015, tetap dapat direalisasikan, namun menyesuaikan dengan keuangan Pemda saat ini,” kata Herman HN. (jef)

LEAVE A REPLY