Soal Aset Patung ZAP Senilai Rp1,7 M,  DPU Lamsel Bungkam

0
466
views

KALIANDA – Keberadaan “bangkai” patung Zainal Abidin Pagar Alam (ZAP) yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, kini tidak jelas. Pasalnya, pasca dirobohkan oleh aksi massa yang menolak dibangunnya patung tersebut pada beberapa tahun lalu, bagkai patung itu tidak jelas dimana disimpannya. Warga Lamsel pun bertanya-tanya tentang keberadaan aset tersebut.

Diketahui sebelumnya, patung ZAP itu dibuat dari bahan perunggu. Biayai yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu termasuk fantastik, yakni Rp1,7 miliar. Semestinya, jika bangkai patung ini ada, tentunya pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bisa memanfaatkanya dengan cara menjual atau dilelang, yang kemudian dananya dipergunakan untuk membangun tempat fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Asisten Bidang Administrasi Umum (Adum) Sekretariat Pemkab Lamsel, Yusri saat dimintai tanggapan soal patung ZAP tersebut mengatakan, semestinya patung tersebut memang menjadi aset Pemkab Lamsel. Tetapi, yang menjadi pertanyaan apakah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan pencatatan aset atau tidak terhadap patung ZAP itu.
“Kalau soal patung ZAP,  yang memiliki kewenangan secara teknis adalah DPU. Sebab mereka tahu persis, kalau Bagian Administrasi Umum bersifat secara global,” ujar Yusri saat ditemui di perkantoran bupat.
Ditanya jika patung ZAP ini menjadi aset Pemkab Lamsel apakah bisa dilakukan pelelangan barang, karena memiliki nilai jual tinggi, Yusri mengatakan, bisa saja, asal ada usulan dari DPU.
“Secara aturan teknis ada di DPU, jika mereka ingin melakukan proses lelang, tinggal mengusulkan saja. Nah, nanti jika sudah ada usulan, barulah akan diproses,” kata Yusri.

LEAVE A REPLY