. . .

SMPN-4 Kagungan Ratu Gelar Nobar G.30.S/PKI, Isnaini: Kebiadapan PKI Takbertuhan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Sekolah menengah pertama negeri 4 (SMPN-4) Tiyuh (Desa) Kagungan ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, Gelar Nobar Film G.30.S/PKI dihalaman sekolah setempat pada (1/10/2018) pukul 19:15 Wib.

Hal tersebut dilakukan ‎selain mengenang jasa tujuh Jendral yang telah gugur, juga upaya mengingatkan anak bangsa atas  kebiadapan bak durjana tidak bertuhan kelompok yang mengatas namakan gerakan 30 september atau dikenal G.30.S/PKI tahun 1965.

‎Bedasar pantauan Translampung.com tanpak hadir dalam Nobar Film Penghianatan G.30.S/PKI. Kepala Sekolah SMPN 4 Tulangbawang Udik Isnaini S.Pd.MM serta  ‎seluruh Tenaga Pengajar, ‎seluruh Pengurus Komite, ‎juga Orang Tua wali murid dan Pelajar sekolah setempat.

‎‎Menurut Isnaini dalam pembacaan Ikrar nya menegaskan, ‎di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

‎” ‎ Nobar film G 30 S/PKI merupakan sarana efektif untuk mengingatkan masyarakat terutama generasi muda khsusnya Anak Murid Sekolah SMPN.4, dapat mengetahui sejarah bangsa  indonesia pentingnya menjaga ideologi negara dan ikatan kebangsaan dari bahaya komunisme dan anasir-anasirnya.” Kata Isnaini dalam sambutannya saat dikutip Translampung.com.

‎Lanjut dia, tujuan utamanya adalah untuk membangun dan mengokohkan rasa nasionalisme terutama untuk generasi muda, menanamkan kepada mereka beratnya perjuangan mempertahankan Republik Indonesia hingga nyawa taruhannya.

‎” saya harapkan, dengan nobar film yang menceritakan episode kelam kekejaman PKI, yang membunuh para jenderal, umara, dan ulama di masa itu. Nobar ini menjadi semangat dan patriotisme generasi bangsa terutama pelajar SMPN 4, semoga dapat mengambil Hikmahnya dalam Pelajaran sejarah bangsa dan juga agar kita generasi Penerus semakin kuat untuk menjaga ideologi bangsa dan negara dari ancaman anasir-anasir jahat seperti yang pernah dilakukan oleh PKI dahulu.” Imbuhnya (Dirman)‎