SMA Muhammadiyah 2 Raih Dua Medali Perak

0
672
views

Festival Seni Tingkat SMA se-Provinsi Lampung

TRANSLAMPUNG.COM, BANDAR LAMPUNG – Selain mencetak siswa-siswi yang berakhlakul karimah, Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 2 Kota Bandarlampung berupaya selalu melahirkan siswa yang berprestasi dibidang ekstrakurikuler (ekskul). Dan itu sepertinya sudah menjadi tujuan utamanya.

Terbukti, baru-baru ini, SMA Muhammadiyah 2 Kota Bandarlampung meraih dua medali perak dalam gelaran Festival Seni Tingkat SMA sederajat se-Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Universitas Teknokrat Indonesia. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, Jumat dan Sabtu (10-11/11/2017).

Kedua medali tersebut disumbangkan oleh Tim Tari dan Tim Paduan Suara SMA Muhammadiyah 2 Kota Bandarlampung.

Ninda Sutiara Zella siswa  kelas XII IPS 2, Nabila Kirani siswa kelas XI IPS 2 dan Annisa Salsabilatun siswa kelas XI IPA 2, yang merupakan 3 dari 30 siswa yang menjadi anggota Paduan Suara SMAMDA (julukan SMA Muhammadiyah 2), mengaku terkejut, haru , sekaligus bahagia saat paduan suara dari SMA Muhammadiyah 2 berhasil meraih medali perak.

Ninda menceritakan, persiapan lomba tersebut memakan waktu sangat sempit. “Persiapan kami dalam menghadapi perlombaan paduan suara kemarin hanya dalam waktu empat hari, dan kami latihan setiap hari. Meskipun hanya empat hari, tapi kami bertekad untuk menampilkan yang terbaik untuk sekolah kami, dan waktu yang sedikit bukanlah menjadi penghalang bagi kami untuk berprestasi dibidang seni paduan suara, “ujarnya.

Ninda juga mengungkapkan, mereka (paduan suara.red) baru terbentuk pada bulan Oktober 2017 lalu, ketika SMA Muhammadiyah menjadi tuan rumah dalam ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlimpicAD).

“Ini merupakan prestasi yang tertinggi bagi Tim Paduan Suara  SMA Muhammadiyah 2, namun kami tidak puas diri. Sebaliknya, ini memacu kami untuk lebih berprestasi ke tingkat yang lebih tinggi. Jika saat ini kamu meraih medali perak, Insyaallah selanjutnya kami meraih medali emas,” ujar Ninda optimis.

Menurut pengakuan Nabila, dalam perlombaan tersebut, tim paduan suara SMA Muhammadiyah 2 membawakan dua buah lagu.

“Lagu pertama kami membawakan lagu yang berjudul “Pada Pahlawan” yang merupakan lagu wajibnya dan lagu bebasnya kami membawakan lagu yang beraliran dangdut berjudul “Penasaran” lagu diciptakan oleh Raja dangdut Rhoma Irama, “terang Nabila kepada Trans Lampung, Selasa (5/11).

Sementara itu, Annisa juga menceritakan, rasa grogi dan pesimis pun sempat dirasakan oleh tim paduan suara SMA Muhammadiyah 2 ketika merka akan tampil.

”Kami sempat merasa minder bahkan pesimis. Karena kami melihat tim paduan suara dari sekolah-sekolah lain tampil cukup bagus, kami juga yakin bahwa mereka melakukan persiapan dari jauh-jauh hari. Tapi ketika kami naik ke panggung semua rasa grogi dan pesimis kami buang jauh-jauh. Kami fokus untuk menampilkam yang terbaik. Alhamdulillah kami bisa meraih medali perak dan mengungguli sekolah-sekolah lain yang menjadi favorit juara, “ungkap Annisa.

Tak mau kalah dari ekskul seni paduan suara, ekskul seni tari pun meraih medali perak pada ajang tersebut.

Suci Cahyaz. W siswa kelas XII IPA 1 dan Rahmawati siswa XI IPA 2 yang merupakan perwakilan dari tim tari SMA Muhammadiyah 2 mengungkapkan, medali perak yang diraih saat ini merupakan prestasi perdana yang mereka raih.

”Sebelumnya kami pernah mengikuti lomba tari di SMA Alkautsar, tapi pada saat itu kami tidak meraih juara. Perlombaan yang di Universitas Teknokrat merupakan perlombaan yang kedua yang kami ikuti, dan merupakan prestasi pertama kami yaitu dapat meraih medali perak, “ungkap suci.

Sementara, menurut pengakuan Rahmawati, meskipun awalnya dirinya mengalami kesulitan dalam menguasai teknik-teknik menari kesenian adat Provinsi Lampung tapi tidak memakan waktu lama untuk dirinya dapat menguasai teknik-teknik tersebut.

”Saya kan bukan asli orang Lampung, suku saya adalah Jawa, memang awalnya saya cukup kesulitan dalam menguasai gerakan-gerakan tari kesenian adat Lampung tapi berkat kerja keras, serta latihan yang rutin saya dapan menguasainya. Ditambah lagi dilatih dengan guru tari yang cukup bagus dan profesional, jadi apa yang disampaikan kepada kami dengan mudah kami pahami, “terang Rahmawati.

Sekedar info, Festival Seni yang digelar oleh Universitas Teknokrat Indonesia merupakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan.

Kegiatan akbar yang diikuti 820 peserta dari perwakilan 35 SMA sederajat di Lampung ini, dipusatkan di Aula Utama Universitas Teknokrat Indonesia.

Secara resmi acara yang dibuka Drs Sulpakar selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung ini, digelar selama dua hari (10-11 November).

Di mana pentas seni memperlombakan tiga kategori, seperti paduan suara yang diikuti 18 tim, modern dance dengan 10 tim, dan 21 tim dari kategori tari kreasi. (dsk)