Sjachroedin ZP : Sudin Itu Tidak Aktif di Partai

0
474
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Keputusan DPP (keputusan Dewan Pemerintah Pusat) PDI P yang memberikan mandat kepada Sudin sebagai ketua DPD PDI P Lampung sebelumnya membuat gejolak penolakan dari jajaran bawah partai. Menanggapi hal tersebut, Mantan ketua DPD PDI P Lampung Sjachroedin ZP angkat bicara, Oedin menilai sosok Sudin kurang aktif di kepengurusan partai besutan Soekarno tersebut.

“Sudin selama ini bendahara dia anggota DPR. Kalau aktifivitas partai tidak pernah muncul , kalau muncul ya yang ada disini dong dia kan di Jakarta jarang datang,” ujar Sjachroedin, usai menghadiri acara syukuran penghargaan bintang bakti tri darma pratama, di Telukbetung, Rabu malam (13/9).

Oedin sapaan akrab Sjachroedin sempat sedikit terkejut atas DPP menunjuk Sudin sebagai ketua DPD PDI P Lampung. “Kalau saya tahu mekanisme mengatur kepengurusan di PDI P . Tapi itu hak pusat, kalau kaget tentu banyak orang kaget, tapi itu kan DPP yang memutuskan ya sudah mereka harus terima,” ucapnya.

Bicara Loyalis, menurut Duta Besar Kroasia loyalis itu tidak terlihat, selama ada kepentingan pasti loyalis. “Loyalis itu tidak terlihat di partai, selama ada kepentingan pasti loyal tapi kalau enggak ada kepentingan kaya saya ini nyalon gubernur tidak DPR juga tidak tapi saya tetap loyal ngurus PDI P setelah saya tidak menjabat lagi. Saya sadar saya jadi gubernur dari partai,”terangnya.

Mantan Gubernur Lampung 2 periode ini menilai kader PDI P setelah kepemimpinan Oedin dan telah mengabdi tugas di partai ada Muklis Basri. Oedin Menilai Muklis memang aktivitas di Lampung dan menjadi Bupati dari partai. “Kalau Muklis dia itu kader lama, dia jadi bupati juga dari partai. Tugas mengabdi di partai juga sudah lama,” urainya.

Saat disinggung mengenai pemangkasan orang-orang yang loyalis di partai bermoncong putih pada saat kepemimpinannya du gantikan oleh Sudin tidak menjadi masalah sebab hanya ada beberapa bukan setengah dari pengurusan partai termasuk kemunduran kakak kandungnya Syafariah Widianti dari kepengurusan partai. “Ya itu keputusan Atu Ayi saya enggak bisa melarang. Memang dia bilang sama saya mau mundur, tapi kalau di bilang pemangkasan ya enggak lah lan dari 18 kepengurusan hanya 3, ya enggak masalah,” pungkasnya. (r2)