Sisih Sisa Habis Dalam Perencanaan Keuangan

0
612
views

By Hendri Gunawan, SE, MM, ChFc

Dalam kehidupan kita sehari dimana perencanaan keuangan kita masih ber-fokus kepada kebutuhan-kebutuhan dasar jangka pendek, lebih sering ketika kita menerima penghasilan selalu berfikir adalah :
Bayar hutang ( Jika ada )
Uang kebutuhan oprasional ( listrik, pulsa hp dan lain-lain)
Uang anak sekolah
Dan uang belanja

Sebagaimana yang di jelaskan oleh “ Abraham Moslow” pada penelitiannya yaitu teori hirarki sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan sebagai sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan.

Terdapat lima tingkat kebutuhan dasar, yaitu : kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri

Maslow memberi hipotesis bahwa setelah individu memuaskan kebutuhan pada tingkat paling bawah, individu akan memuaskan kebutuhan pada tingkat yang berikutnya.[3] Jika pada tingkat tertinggi tetapi kebutuhan dasar tidak terpuaskan, maka individu dapat kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya.

Menurut Maslow, pemuasan berbagai kebutuhan tersebut didorong oleh dua kekuatan yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation) dan motivasi perkembangan (growth motivation).

  1. Motivasi kekurangan bertujuan untuk mengatasi masalah ketegangan manusia karena berbagai kekurangan yang ada.

2. Sedangkan motivasi pertumbuhan didasarkan atas kapasitas setiap manusia untuk tumbuh dan berkembang. Kapasitas tersebut merupakan pembawaan dari setiap manusia.

perencanaan keuangan banyak orang masih belum memaksimalkan saving dalam mencapai tujuannya. Hal ini yang membuat setiap orang sulit untuk lebih sejahtera, faktor kurang informasi dan keterbatasan tingkat pendidikat akan berpengaruh terhadap sikap seseorang dalam pengambilan keputusan perencanaan keuangan.

Sekarang kita berhitung dalam mengelola perencanaan keuangan dengan penghasilan rata-rata Rp. 3.000.000 ( Tiga juta rupiah ) per bulan. Dimana kalau kita lihat bahwa konsumsi kebiasaan merokok tanpa di sadari adalah Rp. 20.000 ( dua puluh ribu ) perhari, jika sebulan akan menjadi Rp. 600.000 ( enam ratus ribu rupiah) artinya sisa penghasilan adalah Rp. 2.400.000 ( dua juta empat ratus ribu rupiah ) dan jika tidak berfikir untuk menyisihkan dari penghasilan untuk di tabung.

Maka yang terjadi adalah Sebagaimana contoh pada seseorang yang dimana ingin mempunyai untuk meng-kuliahkan anaknya di fakultas kedokteran dimana biaya untuk masuk kedokteran tidaklah murah, jika tidak ada niat perencanaan maka ada 2 (dua) jawaban kelak kemudian :

Yang pertama adalah jika nanti suatu saat anak nya tidak terasa udah besar dan benar-benar memerlukan biaya untuk kuliah di kedokteran tersebut maka yang tadi nya tidak di “sisih”kan di awal dikarenakan faktor belum terfikirkan atau kurang informasi terhadap perencanaan keuangan. Maka yang terjadi adalah menjual asset yang ada seperti :

rumah, kebun, perhiasan ataupun tanah. Nanti nya ujung-ujungnya pada akhirnya adalah terjadi financial loss artinya ketika asset habis maka kehidupan selanjutnya akan bergantung kepada anaknya, hal ini di bilang mengalami penurunan pada kuallitas hidup ( tidak sejahtera pada masa tua ). Kesalahan ini cepat untuk segera dirubah saat ini sebelum anak Anda besar dan memerlukan dana pendidikan yang besar.

Ke 2 (dua) adalah jaminan untuk meng-kuliahkan anak dan memastikan dana pendidikan anak terjamin ketersediaannya untuk melanjutkan ke bangku kuliah bahkan sampai meneyelesaikan kuliah nya karena akibat faktor resiko ketidakpastian dalam hidup seperti : tutup usia, kecelakaan dan sakit. Dalam hal ini jika terjadi atau menimpa pada Anda, siapa yang menjamin memastikan ketersedian dana pendidikan anak anda? Nah perencanaan keuangan itu sangat penting dimana kita mengelola keuangan kita dan tepat menempatkan keuangan kita pada hal-hal jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Perncanaan keuangan yang tepat Anda harus ingat “ SISIH, SISA dan HABIS “ apa itu sisih sisa dan habis ?
Yaitu suatu pedoman sederhana dalam mengelola keuangan anda dan harus direncakan dalam penempatan-penempatan keuangan Anda sejak dini. Dimana ‘ segela sesuatu keuangan anda jika di sisakan udah pasti habis’ dan jika segala ‘sesuatu yang namanya di sisihkan udah pasti sisa’.

Jadi kesimpulan dari perencanaan keuangan kali ini adalah konsep bagaimana Anda menyisihkan sebagian dari penghasilan anda untuk di “saving” atau di tabung dan anda coba mencari penempatan dari dana Anda yang tepat menjawab semua kebutuhan Anda dan tujuan Anda untuk masa depan kelak serta memastikan semua nya terjamin untuk bisa tercapai. Soal niat itu semua kembali ke Anda dalam merencanakan keuangan dikarnakan berapapun yang Anda pegang saat ini juga udah pasti habis, nah sebelum habis segeralah buat perencanaan sekarang juga dan segera kelola keuangan Anda agar masa depan Anda tidak terjadi yang nama nya Loss financial. (*)