Sisakan Kesedihan Para Pedagang

Pasca Pasar Cendrawasih Terbakar

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Bak mimpi di siang bolong, kobaran api melahap kios-kios semi permanen komplek Pasar Cendrawasih, Metro. Jerit pedagang memadamkan api, hiruk pikuk pedagang menyelamatkan barang terjadi pagi itu, Jumat (13/4).

Pagi itu ada salah satu anak pedagang berkata pada ibunya.

“Bu kalau kebakar gimana adek sekolah,” kata anak itu.

Ada yang rela jual emas demi belanja stok jilbab untuk mengisi kios menjelang ramadhan.

 

Sambil menangis Farida (40) salah satu pedagang jilbab yang kiosnya habis terbakar menceritakan kejadian terbakarnya kios.

“Sekitar jam setengah enam. Baru saya isi mas, rela-rela saya jual emas untuk mengisi stok jilbab karena mau ramadhan, malah terbakar. Ada sekitar 30 juta mas,” kata Farida sambil mengusap air matanya.

Senasib dengan Farida, Darwis (60) tukang servis jam tangan di Komplek Pasar Cendrawasih, hanya bisa termenung melihat kondisi kiosnya ludes dilalap si jago merah.

Kios servis jam tangan miliknya yang sudah dibuka selama puluhan tahun ludes beserta jam milik orang lain yang dititipkan padanya untuk diservis.

Warga Jl. Bambu Kuning, Metro Pusat ini mengaku pasrah atas kejadian ini. Kios yang dibuka sejak tahun 1983 ini baru kali ini terbakar.

“Kalau pelanggan yang nitipkan jam ke saya minta ganti rugi, ya silahkan lihat sendiri ke sini,” ujar Darwis sembari mencari sisa-sisa alat servis jam di tengah puing-puing material kebakaran.

Menurut Darwis ada sebanyak 50 an jam tangan yang dititipkan kepadanya. Dari pantauan tidak ada satupun jam tangan yang tersisa.

Masih banyak puluhan bahkan ratusan pedagang yang mengalami hal yang sama.

Ketua DPRD Metro Anna Morinda mengatakan, sangat prihatin dengan terbakarnya Pasar Cendrawasih.

“Hari ini tadi kami sudah mendapat masukan dari anggota dewan. Insyallah akan segera menjadi pembahasan di komisi terkait tugas dan fungsi pengawasan DPRD,” ujarnya.

Menurutnya semua sudah melakukan tupoksinya. Memang sudah sejak lama kondisi Pasar Cendrawasih menjadi perhatian DPRD.

“Saya berharap pedagang kembali bersemangat. Meski tidak mudah, tapi segera memulai kembali,” ujarnya. (suf/hkw)

News Reporter