BANDAR LAMPUNG, (TRANSLAMPUNG.COM) – Pola makan yang teratur selama bulan Ramadan membuat masyarakat, khususnya umat muslim lebih sehat daripada bulan lain. Namun, ketika Ramadan telah usai dan tiba Hari Raya Idul Fitri (Lebaran, red), tentunya semua berubah. Bahkan, ketika lebaran banyak makanan yang mengandung lemak dan gula.
Atas dasar itu, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandarlampung menggagas adanya Sinau Kesehatan. PMII sebagai organisasi yang peduli kesehatan tentu tidak ingin setiap anggotanya ada yang tidak sehat.
“Meski Ramadan usai, kami tetap ingin seluruh anggota PMII tetap sehat,” kata Ketua PMII Bandar Lampung, Erzal Syahreza Aswir saat memberi sambutan, Minggu (10/6).
Pada acara yang digelar di gedung 3 PWNU Lampung ini, PMII Bandarlampung mengundang Direktur Politeknik Kesehatan (Poltekes) Bandar Lampung Warjidin Aliyanto, SKM, M.Kes, yang diwakili Pakar Gizi Endang Sri Wahyuni, SST, MPH. “Kami datangkan pemateri berkompeten dalam bidangnya,” kata Erzal.
Sementara, selaku pemateri, Endang mengungkapkan, ada empat pilar hidup sehat. Pertama ialah makan makanan bergizi, beraham, berimbang, dan halal. Kedua, rutin olahraga minimal 30 menit setiap hari. “Ketiga menjaga kebersihan, dan terakhir selalu kontrol berat badan,” kata Endang dalam acara yang bertajuk ‘Tips-Tips Menjaga Kesehatan Jelang Idulfitri’.
Selain itu, perempuan berparas ayu ini mengungkapkan, saat Idulfitri akan banyak makanan yang mengandung pemanis dengan kadar yang tinggi. Dalam mengkonsumsi selama Idulfitri untuk makan makanan harus dikontrol dengan baik. “Gula, garam dan minyak, itu bahan makanan yang harus dibatasi pengkonsumsiannya,” kata Endang.
Ia mengungkapkan, banyaknya soft drink selama Idulfitri harus menjadi perhatian utama. Pasalnya, ia pernah menemukan kasus pada pasien yang kurun waktu tidak sampai satu tahun sudah mengalami kerusakan ginjal. “Ini karena selama setahun sangat sering minum soft drink,” kata dia. (AS/ERZ)
News Reporter