. . .

Sidang OTT Bupati Busel Alot, JPU KPK Persiapkan Keterangan Saksi Tambahan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, KENDARI – Sidang kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Buton Selatan (Busel) non aktif, Agus Feisal Hidayat digelar di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Kendari, kemarin.

Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi itu berlangsung cukup alot. Kedepannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan mempersiapkan saksi tambahan untuk memperjelas kasus tersebut.

Seorang JPU KPK, Eva Yustisiana SH MH, mengatakan, pihaknya kedepannya akan mempersiapkan kurang lebih sebanyak lima orang sebagai saksi tambahan dalam mengungkap kebenaran kasus OTT terhadap Bupati Busel non aktif itu.

“Untuk kedepannya kita belum bisa menjawab sekarang, tetapi kami akan mempersiapkan saksi tambahan dalam mengungkap kebenaran kasus OTT terhadap Bupati Busel non aktif, Agus Feisal,” imbuhnya.

Ia akui, pernyataan saksi mengenai OTT terhadap Agus Feisal dalam sidang, kemarin agak sedikit alot. “Memang pada sidang hari ini di Pengadilan Tipikor agak sedikit alot. Karena ada salah satu saksi selalu berputar-putar dalam melakukan jawaban, juga melakukan jawaban yang tidak konsisten (pimplan),” jelas Eva Yustiana.

Tetapi, sambung Eva Yustisiana, setelah pihaknya menunjukan bukti-bukti salah satu saksi tersebut mengakui uang proyek. Dimana pihaknya mempunyai bukti rekaman percakapan antara ajudan Bupati Busel non aktif dengan Toni Kongres.

“Antisipasi kedepnnya kita akan tetap mencari data dan bukti-bukti mengenai percakapan telepon ataupun tidak. Dan tidak tergantung satu orang saksi saja, namun kita bisa kaitkan dengan keterangan sisi lainnya,” jelasnya.

“Kami akan menyambungkan dan mengaitkan dengan apa yang telah ada pada tuntutan dengan saksi-saksi,” sambungnya.

Eva menguraikan cerita awalnya adanya kasus OTT ini, pertama dilakukan pembuntutan (penyelidikan), setelah Ld Yusrin mengambil uang sebanyak Rp 210 juta dan sudah diikuti pihak KPK.

“Dalam peryataan sidang ini, yang alotnya adalah ketika LD Yusrin (ajudan Bupati Busel non aktif), mengatakan hanya waspada. Dimana waspanya mengenai Pilkada bapaknya dan memakai kode kue yang orientasinya menuju ke uang,” terang Eva Yustiana.

“Tetapi setelah tadi kita tunjukan rekaman antara Ia (ajudan) dengan Toni Kongres mengakui. Karena Toni Kongres, disitu mengatakan bahwa nanti dikasih uangnya setelah dapat uang muka dari proyek Rujab,” kata sambung Eva lagi sambil mengutip salah satu kata dalam rekaman antara ajudan Bupati Busel non aktif bersama Tony Kongres.

Saat dikonfirmasi setelah sidang pemeriksaan saksi kasus OTT sebesar Rp 210 juta, salah seorang pengacara Agus Feisal Hidayat, Dr Abdulah Modi, enggan memberikan komentar.

“Kalau mau silakan saja konfirmasi kepada pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” pungkasnya. 

Amatan koran ini, pada saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kendari, JPU KPK menghadirkan saksi sebanyak tiga orang. Tampak Bupati Busel non aktif, Agus Feisal, menggunakan baju batik dan memakai songkok haji dan didampingi pengacaranya. (m4)