. . .

Sidak Kadiskes Tubaba Akan Evaluasi Manajemen Puskes, Edison: Kepala Puskes Harus Diganti.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Ketua Komisi B Dewan Perwakilan‎ Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, Edison.,SH. Merasa gerah atas beragam dugaan dan carut marut pelayanan Puskesmas Tiyuh (Desa) Karta Raharja‎ Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tubaba.

Hal tersebut setelah menindak lanjuti beragam keluhan warga setempat  ‎selain pelayanan kurang maksimal, juga dugaan pungutan liar (Pungi) oleh oknum setempat terhadap pasien saat waktu pelayanan melebihi batas pukul 12:00 Wib siang.

Menurut Edison, ‎keluhan masyarakat dan dugaan tersebut itu patut diusut dengan benar, dan terkait dugaan pelanggar  aturan tata tertif kepala Puskes ‎itu wajib ada tindakan tegas dari Pemkab Tubaba jika perlu di ganti silahkan cari penggantinya.

” Kita akan lakukan pemanggilan kepada Pihak Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas dalam Pekan ini untuk mengetahui kebenaran, pastinya jika terbukti ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak terkait baik dari pelayanan, dan lainnya kita akan minta kepala puskesnya dapat segera di ganti.‎” Kata Edison, saat dihubungi Translampung.com melalui via telponnya pada (10/9).

Sementara itu hasil inspeksi mendadak (Sidak) Kepala Dinas Kesehatan Tubaba Perana putera bersama kepala Inspektorat Bustami efendi dan pejabat yang membidangi mengatakan. Terkait dengan administrasi dan manajemen atau ketata usahaan ‎puskesmas Karta raharja telah sesuai dengan ketentuan prosedur pemerintah.

‎” Kami sudah lihat tarif dan pembayaran pasien oprasi inisial J mencapai Rp 225.000 itu sudah sesuai dalam tetapan perda, ‎secara rinci biaya pengobatan jahit yang kami konfirmasi ada 26 jahitan, dalam perda satu sampai lima jahitan pasien wajib bayar Rp 20.000 sementara  untuk selebihnya pasien diwajibkan bayar Rp 5000 per jahitan.” Kata Perana.

‎Lanjut dia, soal dokter jaga itu semua menurut kepala puskes setempat sudah berjalan sesuai dengan aturan, ‎pagi mereka jaga dan sore hingga malam ‎karena khusus UGD ada juga keterlibatan perawat, dan jadwal kerjanya sama 8 jam perhari dari pukul 08 00 Wib sampi pukul 14:00 Wib  sore.

” Soal rumah dinas dokter itu benar di tunggu oleh TKS karena rumah kediaman orang tua Dokter terkait berdekatan dengan rumah dinas tersebut makanya dokter itu sebatas pulang pergi dari rumah dinasnya ke rumah orang tuannya.” Katanya.

Lebih jauh dia katakan, pihak puskes ‎selama ini sejak ‎9 bulan terakhir sedang melakukan beragam persiapan ‎untuk Akreditasi di tahun 2018 ini, artinya jika pelayanan kurang maksimal harap dimaklumi karena kinerja mereka sangat menyita waktu dan biaya.‎

‎” Syarat utama untuk Akreditasi diantaranya, Upaya perorangan menyangkut pelayanan dalam gedung atau pelayanan medis terhadap masyarakat,  ‎Upaya kesehatan masyarakat UKM terkait kegiatan di luar gedung seperti posyandu, Administrasi dan manajemen atau  ketata usahaan ‎artinya sesuai dengan ketentuan prosedur pemerintah dan ‎Manajemen mutu.” Jelasnya.

‎Adapun ‎dugaan soal pembayaran sejak pukul 07 hingga 12 Wib, ‎jika  pasien mendaptar umum mereka bayar 5000 dan meski sore hari pasien tetap bayar 5000 namun tergantung kasus si pasien tidak dapat di sama ratakan. ‎Sebab saat sore kasir tidak ada lagi di tempat sehingga tinggal dua orang perawat yang selalu stanby di puskes. (Dirman)‎