Si Cantik Berjilbab Dibalik Mendunianya Batik Trusmi Cirebon

0
565
views

Bagi pecinta batik, nama Batik Trusmi dipastikan tak asing lagi. Batik asal Cirebon tersebut menjadi salah satu batikyang paling populer di dalam hingga luar negeri. Dibalik popularitas tersebut, ternyata ada satu tokoh inspiratif bernama Sally Giovany selaku owner.

Sally Giovany adalah wanita cantik berusia 27 tahun. Bersama suaminya, Ibnu Riyanto, Sally menjalankan bisnis Batik Trusmi. Kesuksesannya mempopulerkan tersebut tidak diraih dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Apalagi dia berasal dari keluarga kurang mapan dengan segala kekurangan.

Sally merintis karier berjualan saat berusia 17 tahun, beberapa bulan usai menikah. Modalnya pun berasal dari uang amplop pernikahan sebesar Rp 15 juta. Bukan batik barang yang awalnya dia perjualbelikan namun kain kafan. Dia berjualan dari satu pasar ke pasar lain.

Lantaran tidak laku, Sally pun memutar otak untuk mengembangkan modal yang kian menipis. Dia pun beralih menjual kain mori sebagai dasar untuk membuat batik. Proses tersebut membuatnya berkenalan dengan sejumlah pengrajin batik. Ibu dua anak itu pun kemudian tertarik berdagang batik dan mulai beranjak ke Jakarta untuk berjualan.

“Saya jualan ke Pasar Tanah Abang dan Pasar Baru. Gara-gara uang makin menipis, saya kadang tidur dan mandi di pom bensin,” kata Sally Giovany saat ditemui  di Pusat Grosir Batik Trusmi, Jalan Trusmi Kulon No. 148, Plered, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (27/2).

Berkat kegigihannya, batik yang dia perjualbelikan itu mulai menghasilkan untung. Sedikit demi sedikit Sally pun mulai menambah produksi. Sejak pertama kali memproduksi dan berjualan batik Trusmi, dia konsisten hanya membuat batik dengan desain yang unik dan berkualitas. Meskipun dengan harga sedikit lebih tinggi. “Saya lebih mengutamakan mutu,” ucapnya.

Rezeki pun terus mengalir ke kantong wanita kelahiran Cirebon, 25 September 1988 itu. Sally kemudian memutuskan untuk membuat pusat grosir Batik Trusmi sekaligus mengurus hak paten nama batik yang berasal dari Desa Trusmi tersebut.

Dengan adanya pusat grosir yang mampu memproduksi ribuan batik perhari, Batik Trusmi makin dikenal. Sehingga membuat Sally secara bertahap melakukan ekspansi luas gerai di Cirebon. Kini toko Batik Trusmi juga terdapat di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. “Semua barang di outlet luar kota tetap berasal dan dibuat di sini,” jelas Sally.

Sedangkan untuk Pusat Grosir Batik Trusmi di Cirebon sendiri, menjelma menjadi toko grosir dengan luas 1,5 hektare. Tak heran bila gerai tersebut disebut sebagai kios batik terbesar di Indonesia. Ribuan pengunjung datang hampir tiap harinya. Bahkan untuk mengelola grosir batiknya yang amat luas, Sally punya lebih dari 850 karyawan tetap dan lebih pengrajin batik. Dengan pemasukan ratusan juta perharinya.

“Alhamdulillah bisa memperkerjaan karyawan sekaligus melestarikan batik,” imbuhnya.

Selain kesuksesan mendulang untung, Sally Giovany pun sering diganjar penghargaan berkat prestasinya. Salah satunya yakni pemegang Rekor Muri untuk Kategori Pemilik Toko Batik Terluas.(ded/JPG)