. . .

Sholikan Klaem Lahan MTs Milik Dewansyah, Endang: Polisi Jangan Mengulur Waktu.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Oknum Kepala Tiyuh (Desa) Margajaya Indah, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung Sholikan, mengklaim kepemilikan tanah hibah yang  mendapatkan uang gantirugi lahan tol sebesar Rp. 653 juta dari Eks-sekolah MTs di tiyuh setempat adalah aset milik desa.

” Tadinya desa menghibahkan lahan untuk Sekolah MTs, tapi tidak berjalan dan yang bikin bangunan sekolah itu juga desa, itu berjalan tidak sampai setahun, gak ada muridnya, gak pernah diajar lantas sekolahnya rusak dan roboh, namanya aset desa jadi kembali ke desa.” Kata Sholikan melalui sambungan telepon pada (17/9)

Menurut Sholikan, akibat tanah tersebut terkena dampak pembangunan jalan tol, masyarakat desa Mergajaya Indah telah melakukan musyawarah desa, bahwa uang hasil ganti rugi lahan itu di belikan lahan kembali dan sebagian untuk pembangunan masjid.

” Atas musyawarah masyarakat dana ganti rugi  itu di belikan lahan lagi dan sebagian untuk membangun masjid, ada semua itu, udah ada.” Katanya.

‎Sholikan mengakui, bahwa Mustarani dan Endang mantan Kepala Sekolah MTs yang lahannya terkena dampak pembangunan tol itu telah melaporkannya ke Polres Tulang Bawang (Tuba) namun Sholikan membantah bahwa lahan itu bukan milik mantan Baninsa.

” Lahan hibah itu sebenarnya bukan milik Mustarani, namun milik Dewansyah selaku pemilik umbulan dulunya, semua ada surat-suratnya dan udah saya serahkan ke Polres semua.” Kelitnya.

‎Lanjut dia, terkaiit uang ganti rugi lahan memang masuk ke rekening atas nama Alan Abdillah, sebab Alan Abdillah merupakan aparatur desa.

” Jadi Alan Abdillah mengatasnamakan desa sudah melalui musyawarah dan ada suratnya semua, bukan istilahnya abal-abal dan pencairannya udah lama, ada sekitar 3 bulan yang lalu, sebelum bulan puasa, itu uangnya benar Rp. 653 juta.” Jelasnya.

Sementara itu Endang ‎mantan Kepala Sekolah MTs Matholiul Falah, meminta pihak kepolisian Tulang Bawang untuk dapat tegas dan berkeadilan  dalam memproses secara hukum sejumlah oknum aparatur tiyuh tersebut.

‎” Lahan itu dijual untuk tol tanpa sepengetahuan pihak sekolah dan pemberi hibah. Hasil gantirugi sebesar Rp653 juta diduga masuk kerekening pribadi salah satu aparatur Tiyuh dan kasus ini sudah dilaporkan kepihak kepolisian, saya dan sejumlah mantan guru sudah diperiksa polisi. Saya minta mereka yang terlibat segera di proses hukum.” Tegasnya.‎

Endang juga mengatakan lahan yang dijual kepihak tol tersebut merupakan lahan milik sekolah yang didapat dari hibah bapak Mustarani mantan Babinsa.

” Semua warga setempat juga tahu jika lahan hibah tersebut didapat dari pak Mustarani untuk pembangunan sekolah MTs, kami minta jajaran kepolisian Polres Tuba‎ serius mendalami kasus ini dan jangan mengulur ulur waktu. sebab kesaksian dan laporan berikut bukti sudah kami sampaikan.” Imbuhnya. (Dirman)