. . .

Setelah Mat Yusuf, Polisi Tangkap Lagi Penjaga Dua Hektare Ladang Ganja

image_print
PASRAH: Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya diduga menjaga dua hektare ladang ganja di Tulung Balak Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, Evan Maya (48) terpaksa “dijemput” petugas gabungan Satres Narkoba dan TEKAB 308 Satreskrim Polres Tanggamus di rumahnya, Selasa (13/11) malam. (Foto-Foto: DOK HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah sukses memborgol penjaga dua hektare ladang ganja, Mat Yusuf (59) Kota Depok, Jawa Barat pada Selasa (6/11) lalu, Polres Tanggamus terus mengintensifkan pengejaran. Tepat sepekan berselang, personel gabungan Satres Narkoba dan Team Khusus Anti Bandit 308 Satreskrim Polres Tanggamus, kembali meringkus Evan Maya (48) pada Selasa (13/11).

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus Iptu. Anton Saputra, S.H., M.H.  membenarkan penangkapan terhadap Evan Maya alias Kep. Dia menjelaskan, pria asal Dusun Bayur Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung itu, dicokok sekitar pukul 19.30 WIB di rumahnya.

”Tugas Evan Maya diduga tak jauh berbeda dengan tugas Mat Yusuf. Yaitu menjaga dan membersihkan rumput pada 2 ha ladang ganja di Tulung Balak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kotaagung Timur. Penangkapan dilakukan oleh persionel saya dan dibantu TEKAB 308 di bawah komando Kasat Reskrim,” kata Anton Saputra, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Anton Saputra melanjutkan, Evan Maya diduga memiliki keterkaitan dengan A. Evan Maya adalah salah satu pekerja A, dengan tugas membersihkan rumput di ladang ganja tersebut.

”A sendiri hingga kini masih terus kami kejar. Tersangka Evan Maya mengaku dapat upah Rp50 ribu/hari dari A,” beber kasatres narkoba.

Tak hanya memborgol Evan Maya, Anton Saputra menuturkan, anggotanya juga menggeledah rumah tersangka. Saat digeledah, polisi menemukan satu amplop kecil di bagian dapur. Amplop tersebut terletak di sudut pagar bambu belakang rumah. Setelah dibuka, amplop itu berisi daun ganja yang sudah kering.

”Berikutnya, ditemukan tangkai daun ganja, di dalam ember sampah di belakang rumah tersangka. Temuan tersebut lantas menjadi barang bukti yang selanjutnya kami bawa ke mapolres. Selain itu, ada juga satu set papir (kertas linting rokok),” jelas Anton Saputra seraya menegaskan, saat ini Evan Maya dan barang bukti diamankan di Mapolres Tanggamus untuk penyidikan lebih lanjut. (*)

Kejar A, Satreskrim Siap Back Up Penuh Satres Narkoba

DALAM mengejar bos dua ha ladang ganja berinisial A, yang lagi-lagi mencoreng nama Kabupaten Tanggamus, sesama kesatuan di Polres Tanggamus tentu harus bekerja sama. Terpisah Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. menegaskan, dirinya siap memberikan instruksi kepada anggotanya untuk mem-back up Satres Narkoba menuntaskan kasus yang cukup menonjol ini.

”Sejak awal pengungkapan ladang ganjanya, yang saat itu posisi Kasat Reskrim masih dijabat AKP Devi Sujana, personel satreskrim sudah mem-back up Satres Narkoba. Kerja samanya sudah sangat baik. Kebetulan belum lama kemarin saya dilantik menjadi Kasat Reskrim. Pastinya dalam misi menuntaskan kasus ladang ganja ini, personel satreskrim siap membantu,” tegas mantan Kapolsek Wonosobo itu.

Diberitakan sebelumnya, tanaman ganja di ladang seluas lebih kurang dua hektare, berhasil diungkap Tim Khusus Opsnal Satres Narkoba dan Opsnal Satreskrim Polres Tanggamus. Puluhan batang tanaman bernama ilmiah Cannabis indica yang mengandung zat tetrahidrokanabinol itu, ditemukan di ladang yang berlokasi di Pedukuhan Tulungbalak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur.

Cannabis sativa/indica adalah tumbuhan (plantae) budidaya penghasil serat. Namun bidang medis lebih mengenal tanaman suhu dingin ini, sebagai sebagai obat psikotropika. Sebab adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol. Kandungan itulah yang membuat pemakainya mengalami halusinasi euforia (rasa senang) berkepanjangan tanpa sebab. Tanaman ganja ini biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tak hanya mengungkap ladang ganja, polisi juga sukses memborgol Mat Yusuf (59). Warga Pedukuhan Bayur, Pekon Kotaagung itu diduga kuat sebagai perawat dan penjaga ladang ganja. Di samping pekerjaannya sehari-hari sebagai petani. Mat Yusuf merupakan kaki tangan “majikan” ladang ganja yang berinisial A dan kini menjadi buronan polisi.

Keberhasilan itu langsung disampaikan Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. pada Kamis (8/11) sore di mapolres setempat. Dalam ekspose itu, kapolres didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, Kasatres Narkoba Iptu. Anton Saputra, Kasat Reskrim AKP Devi Sujana (kini dijabat AKP Edi Qorinas, Red), dan Kasat Intelkam AKP Samsuri.

Kapolres Tanggamus menjelaskan, ladang ganja yang ditemukan, terbagi dalam dua lokasi terpisah yang saling berdekatan. Pada lokasi I, polisi menemukan 80 batang pohon ganja ukuran besar. Lalu di lokasi II ditemukan 21 batang tanaman ganja ukuran kecil.

Pengungkapan ladang ganja di wilayah Tanggamus, jelas I Made Rasma, berawal dari temuan barang bukti yang diperoleh di Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar pada bulan Oktober lalu. Lantas anggota Satres Narkoba melakukan penyelidikan dan pengembangan, sehari setelah menerima informasi.

“Minggu (28/10) anggota kami dapat informasi. Lalu Senin (29/11) kami berhasil menemukan lokasi penanaman ganja yang dimaksud. Lokasi berjarak 10 jam dari Kotaagung. Ditambah tiga jam dengan jalan kaki ke lokasi. Luas lahannya mencapai 2 ha,” beber I Made Rasma.

Dari situlah, polisi mengantongi satu nama yang berkaitan dengan ladang ganja ini, yaitu Mat Yusuf. Namun dia sudah sempat melarikan diri dan bersembunyi di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

“Setelah dipastikan, kami melakukan penangkapan. Dia ditangkap di rumah anaknya di Cimanggis, pada Selasa (6/11) dan kami bawa ke sini untuk diproses lebih lanjut,” ujar kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka Mat Yusuf adalah penggarap ladang milik DPO berinisial A. Di hadapan penyidik, tersangka mengakui, tanaman ganja di ladang milik A sudah tiga kali panen. Sementara di ladangnya, baru satu kali dipanen.

“Tersangka mengaku bahwa A memberinya upah antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per minggu, dari hasil penjualan panen tanaman ganja tersebut,” kata kapolres lagi.

Dari big fish pengungkapan ladang ganja dan penangkapan terhadap Mat Yusuf ini, Polres Tanggamus juga turut mengamankan beragam barang bukti. Mulai dari satu unit ponsel merek Nokia warna hitam yang digunakan sebagai alat komunikasi antara tersangka dengan si A. Lalu barang bukti dari lokasi I, berupa 80 batang tanaman ganja setinggi dua meter dan 20 batang ganja kecil berukuran 70 cm. Berikutnya dari lokasi II, polisi mengamankan 21 batang kecil ganja ukuran 18 cm di dalam tempat penyemaian.

“Tersangka Mat Yusuf dijerat dengan Pasal 111 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Dengan hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun, atau denda maksimal Rp8 miliar,” tandas kapolres. (ayp)