. . .

Serius Membangun, SAM-NI Siap Turun ke Pekon TerpencilSerius Membangun, SAM-NI Siap Turun ke Pekon Terpencil

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Langkah Hi. Nuzul Irsan menjadi Calon Wakil Bupati Tanggamus mendampingi Calon Bupati petahana Hi. Samsul Hadi, kian mantap. Sesuai dengan jargonnya SEHATI, Nuzul Irsan akan sepenuh hati memprioritaskan pembangunan, terutama akses jalan dan penerangan di daerah terpencil wilayah barat Tanggamus.

Sebagai seorang putra daerah dari Kecamatan Bandarnegeri Semuong sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari wilayah barat Tanggamus, bukan hal yang sulit bagi calon yang akrab disapa Odo Nuzul itu untuk melakukan pendekatan secara emosional dan turun langsung ke delapan pekn terisolir di Kecamatan Pematangsawa. Lalu wilayah Pulau Tabuan, Kecamatan Cukuhbalak yang secara geografis letaknya terpisah dari

Secara gamblang, Nuzul Irsan mengatakan, masyarakat di delapan pekon Kecamatan Pematangsawa dan Pulau Tabuan Kecamatan Cukuhbalak, sangat mendambakan dua item perubahan krusial. Pertama adalah akses jalan dan jembatan. Kedua adalah sistem penerangan mereka.

“Tahun 2006 silam, saya dan beberapa sesama Anggota DPRD dari dapil sana, pernah bersama-sama memperjuangkan pembangunan jalan untuk delapan pekon di Kecamatan Pematangsawa itu. Namun saya akui, hasilnya memang belum maksimal. Karena baru sepanjang 1,5 kilometer jalan yang terakomodir. Dan saat ini saya bersama Pak Samsul Hadi bertekad membawa perubahan untuk Tanggamus. Terutama, pekon-pekon terpencil itu,” tegas Nuzul Irsan, Sabtu (20/1).

Menurut dia, dalam memimpin sebuah daerah, baik kabupaten/kota atau provinsi, bahkan level negara sekalipun, yang pertama dan paling utama harus dimiliki pemimpin adalah tingkat keseriusan untuk membangun. Tingkat keseriusan ini pasti harus diawali dengan sense of belonging (rasa memiliki).

“Bahwa itu adalah masyarakat saya. Itu adalah kampung saya. Setelah punya rasa memiliki yang tinggi terhadap daerah yang dipimpin, pemimpin tersebut barulah bisa serius merencanakan pembangunan. Maksudnya serius adalah, tidak hanya sekedar melakukan pembangunan. Namun juga memperhatikan dan mempertimbangkan manfaat dari pembangunan yang dikerjakan. Kontinuitas jangka panjangnya, itu yang penting. Bukanlah membangun lalu ditinggalkan begitu saja,” ungkap suami dari seorang bidan desa itu.

Nuzul pun tak menampik, bahwa saat ini cukup banyak masyarakat Tanggamus di pekon-pekon tertentu yang skeptis bahkan bisa dibilang antipati dengan pemilihan kepala daerah. Sebab sudah beberapa kali terjadi pergantian pemimpin di Tanggamus, namun masyarakat tersebut tidak merasakan adanya kemajuan. Paradigma sebagian masyarakat yang sudah antipati itu, tentu menjadi tugas yang tidak mudah bagi Pasangan Samsul Hadi-Nuzul Irsan (SAM-NI) untuk merubahnya. Dulu setiap Nuzul bersama Anggota DPRD dari dapil wilayah barat reses, yang selalu warga pertanyakan adalah pembangunan jalan dan penerangan.

“Tapi Insya Allah, atas izin Allah dan dukungan dari semua pihak, saya dan Pak Samsul Hadi akan secara langsung menemui masyarakat yang berada di pekon-pekon terisolir itu. Apapun risikonya, akan saya lakukan demi bisa membangun jalan di delapan pekon Kecamatan Pematangsawa. Bahkan saya ingat sampai sekarang, dulu ada salah seorang warga pekon yang sampai meneteskan air mata mengharapkan pembangunan. Dalam waktu dekat ini, saya dan Pak Samsul Hadi akan hadir secara langsung ke sana untuk menemui warga di sana serta Pulau Tabuan,” tandas Nuzul Irsan. (ayp)