Seorang Gadis Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa di Kosan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Terjadi pembunuhan di kos-kosan 17 pintu milik H Kamaluddin Jalan Gama 1, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, Bandarlampung, kemarin (2/3) sekitar pukul 12.00 Wib. Korban bernama Dewi Evi Aprianti (20) warga Jalan Sam Ratulangi, Gang Bungsu, Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung.

Berdasarkan data yang dihimpun dilapang, pelaku adalah Deka (25) warga Way apus, Bakauheni, Lampung Selatan dan korbannya adalah kekasihnya sendiri. Deka bersama adiknya Daniel yang masih pelajar kelas 2 di SMA Gajah Mada merupakan anak kos disana menempati kamar nomor 16.
Menurut Mayasari (36) tetangga satu kosannya mengatakan, saya lagi dikamar dengar suara kegaduhan,ia pikir berasal dari rumah depan. “Saya cari tahu kedepan ternyata dari kamar Deka yang terkunci, terdengar suara berantem dan terdengar suara melempar-lempar barang. Saya teriak dari luar bilang agar dia istifar”, Ujarnya di TKP kemarin.

Ia kemudian menggedor kamar Jamil salah satu penghuni kosan, kemudian terlihat Deka keluar rumah dengan kaki dan badan berlumuran darah dan langsung pergi dari kosan.

“Dia langsung mengunci pintu kosan dan bilang tidak terjadi apa-apa”.ujarnya.

Jamil tetangga samping kosannya mengatakan sempat mencegat deka.

“saya sempat bilang ada apa ke dia, tapi dia cuma bilang minggir saya lagi pening, saya lalu biarin dia pergi karena takut dia nekat juga nusuk saya”, ungkapnya.

Dari pantauan Radarlampung di tempat kejadian tampak terpasang garis polisi disekitaran kamartempat kejadian, polisi dari Polsek Kedaton dan Polresta Bandarlampung, bersama tim Inafis Polresta Bandarlampung melakukan olah TKP kurang lebih dua jam. Tampak warga sekitar berkerumun disekitar TKp untuk mencaritahudan melihat yang sedang terjadi.

Sekitar pukul 14.30 Wib jenaza korban di bawa ke RSUDAM menggunakan ambulan untuk dilakukan Visum.

Pantauan Radarlampung di instalasi forensik dan kamar jenazah RSUDAM, tidak lama setelah mayat sampai ruang jenaza, datang bapak dari korban untuk mengecek kebenaran, dan bapaknya langsung nangis dan mengucap istifar, bahwa mayat tersebut benar anaknya. Tak lama ibu korban datang dan langsung nangis histeris karena tak mampu menahan sedih setelah melihat mayat anaknya terbujur kaku dikamar jenazah, ia sempat pingsan beberapa kali. Tampak kerabat korban berada di luar kamar jenaza menunggu, polisi dan Inafis dari Polresta melakukan pemeriksaan didalam ruangan.

Endang kakak korban mengatakan korban dan tersangka memang telah lama menjalin hubungan dan sering main kerumah.

“Dia (pelaku, Red) kalau hendak keluar untuk mengajak dewi main selalu pamit ke keluarga, orangnya gak banayk ulah, makanya saya kaget dia bisa melakukan hal ini”, ujarnya di pelataran instalasi forensik dan kamar jenazah RSUDAM.

Kapolsekta Kedaton Kompol Bismark mengatakan, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dengan menggunakan senjata tajam.

“Untuk sementara kami belum dapat mengetahui ada berapa luka tusuk terhadap korban, kami masih menunggu hasil visum,” ujarnya di tempat kejadian kemarin.

Untuk penghuni kamar kost yang merupakan adik pelaku, masih dalam pemeriksaan petugas sebagai saksi.

“Dan untuk barang bukti yang kami amankan berupa pisau, ijasah dan surat lamaran yang diduga milik pelaku serta KTP,” terangnya.

Pihaknya menduga korban dan pelaku ini mempunyai hubungan asmara. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif pembunuhan tersebut.

“Korban ini pacaran dengan pelaku, tapi kami belum tahu untuk motifnya. Ini masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, terkait bagian tubuh korban yang terlilit kabel, menurutnya, korban sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku.

“Kami juga menemukan pisau dengan gagangnya ditemukan ditempat terpisah, sementara jenazah korban berada di ruang tengah,” pungkasnya. (tnn).

News Reporter