Senjata sudah Disita Polisi, ZK Terancam Terjerat Perkap No. 5 Tahun 2018

DIAMANKAN: Sepucuk airsoft gun beserta peluru gotri milik Kakon Sukadamai, ZK (50), yang diduga digunakan untuk menembaki Evin Nopendra. (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Perihal senjata milik Kakon Sukadamai ZK, Kasat Reksrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. belum dapat memastikan jenisnya. Namun sementara diduga berjenis airsoft gun dengan peluru gotri. Setelah laporan Evin Nopendra, airsoft gun milik ZK, menurut Edi Qorinas, telah disita oleh Polsek Talangpadang.

”Belum jelas (jenis) senjatanya. Tapi sepertinya airsoft gun. Sudah diamankan di polsek,” ujar mantan perwira Tim Resmob Polda Lampung itu.

Terkait regulasi kepemilikan senjata airsoft gun, mantan Kapolsek Rumbia itu menegaskan, pemiliknya bisa diganjar dengan aturan baru. Yaitu Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Replika Senjata Jenis Airsoft Gun dan Paintball.

Ini menarik, baca dari awal: OKNUM KAKON SUKADAMAI DIDUGA TEMBAKI WARGANYA, POLISI JAMIN PROSES HUKUM BERLANJUT

”Regulasi (airsoft gun) diatur dalam aturan baru, yaitu Perkap No. 5 Tahun 2018. Bukan lagi diatur Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dan Senjata Tajam,” jelas Edi Qorinas.

Dalam Perkap No. 5 Tahun 2018 itu, kasat reskrim menegaskan, meskipun hanya berjenis airsoft gun, namun izin kepemilikannya harus tetap berasal dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Bukan hanya izin dari organisasi yang menaungi komunitas atau penghobi menembak dan berburu.

”Selama ini, pemilik airsoft gun cukup memegang izin dari organisasinya. Misalkan dari Perbakin. Tetapi dengan terbitnya Perkap No. 5 Tahun 2018 ini, izin dari Perbakin atau organisasi tembak lainnya, sudah tidak berlaku lagi. Sebab pemilik airsoft gun harus memiliki izin langsung dari Polri. Jadi ZK bisa terjerat dengan perkap yang baru ini,” tandas Edi Qorinas yang pernah menjabat Kapolsek Seputihmataram.

Peraturan Kapolri ini mengatur pengendalian replika senjata jenis airsoft gun (meliputi laras pendek, laras panjang, atau jenis lain dalam kategori airsoft gun) dan paintball (meliputi laras pendek dan panjang), mengenai kegiatan pemasukan dan pengeluaran kembali (impor dan re-ekspor) senjata jenis airsoft gun dan paintball yang akan mengikuti pertandingan/permainan di Indonesia. Dan kemudian dikembalikan ke negara asal, setelah selesai pertandingan/permainan.

Peraturan ini mempunyai tujuan untuk mewujudkan tertib administrasi, pengawasan, dan pengendalian terhadap replika senjata airsoft gun dan paintball, serta memberikan perlindungan hukum kepada pemilik izin, yang dilaksanakan dengan prinsip legalitas, akuntabilitas, transparan, dan nesesitas.

Sanksi bagi pemegang dan pengguna replika senjata jenis airsoft gun dan paintball yang melakukan penyalahgunaan dan penyimpangan izin atau menjadi tersangka dalam suatu tindak pidana, wajib mneyerahkan replika senjata untuk disimpan di Gudang Polri. Lalu surat izin kepemilikan dan penggunaan, dicabut dan tidak dapat diberikan pengantian surat izin kepemilikan, serta replika dapat dimusnahkan berdasarkan persetujuan pemilik barang. (ayp)