Senggol Gerobak saat Menyalip, Tumini dan Putri Kandungnya Tewas Dihantam Pick Up

 

translampung.com – Kecelakaan lalulintas (lakalantas) tragis terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kilometer 97-98 Pekon Negeriratu, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus, kemarin (7/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Tak tanggung-tanggung, seorang ibu dan anak kandungnya yang masih berusia enam tahun, tewas dalam lakalantas antara roda dua dengan roda empat tersebut.

Korban meninggal dunia (MD) adalah Tumini (22), seorang ibu rumahtangga asal Dusun Sukabanjar, Pekon Talagening, Kecamatan Kotaagung. Ironisnya, bocah perempuan pelajar sekolah dasar bernama Meiriska, yang tak lain adalah putri kandung Tumini, juga mengembuskan napas terakhir setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kasatlantas Polres Tanggamus AKP Sofyan menuturkan, peristiwa bermula saat Tumini yang mengendarai sepeda motor Vega R bernomor polisi (nopol) BE 3628 UW, melaju dari arah Kotaagung menuju Talagening dengan kecepatan 60-70 km/jam. Kala itu Tumini berusaha mendahului kendaraan di depannya, yakni sepeda motor yang membawa sebuah gerobak.

“Sial bagi Tumini, saat berusaha mendahului, tiba-tiba dia menyenggol bodi gerobak, sehingga oleng dan terjatuh ke lajur lawan. Itu adalah keterangan beberapa saksi mata dan hasil Olah TKP personel Unit Laka kami,” jelas Sofyan, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, kemarin (7/3) petang.

Lalu dari arah berlawanan, lanjut kasatlantas, datang mobil pick up Mitsubishi L-300 bernopol BE 9978 VE yang dikemudikan Indra Saputera (21). Warga Pekon Waygelang, Kecamatan Kotaagung Barat itu, tak ayal menabrak sepeda motor yang dikendarai Tumini yang berboncengan dengan putrinya.

Kanit Laka Satlantas Bripka Rudy Prawira menambahkan, untuk korban Tumini, langsung meninggal dunia di lokasi. Sementara Meiriska sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kotaagung. Namun nyawa bocah belia itu juga tak bisa tertolong.

“Ada pendarahan serius di bagian kepala Tumini dan Meiriska. Pada saat berkendara, Tumini memang memakai helm. Namun kemungkinan ketika dia terjatuh dari sepeda motornya, helm-nya terlepas dari kepala karena belum ter-klik dengan benar. Sementara Meiriska, memang tidak mengenakan helm,” beber kanit laka.

Kasatlantas kembali melanjutkan, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa laka itu. Sebab belum diketahui siapa pengendara motor yang pembawa gerobak yang disenggol oleh Tumini.

“Kami sudah melakukan Olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi di TKP. Untuk sopir L-300 saat ini statusnya masih sebatas saksi. Namun pengendara sepeda motor yang membawa gerobak belum diketahui identitasnya, saat ini masih dicari tahu dulu informasinya. Adapun kendaraan roda dua dan empat, sementara ini semua kami amankan di mapolres,” tegas Sofyan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, untuk memperhatikan alat-alat keselamatan berlalulintas sebelum berkendara. Terutama wajib memakai helm dan memastikan posisi helm terkunci dengan benar dengan tanda berbunyi klik.

“Jadi jangan pakai helm hanya saat ada razia. Tapi jadikan itu seperti kebutuhan untuk kepentingan keselamatan diri. Kemudian juga berkendara jangan ugal-ugalan,” imbau Sofyan. (ayp)

News Reporter