Sementara Polres Tetapkan 7 Tersangka

0
365
views

PANARAGAN–Polres Tulangbawang menetapkan tujuh tersangka yang diduga sebagai pelaku bentrok warga di register 44 Gunungterang, Tulangbawag Barat. Bentrok ini menewaskan tiga warga dan empat warga lainnya luka-luka.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Lampung Brigjend Ike Edwin seusai melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat lintas suku di Mapolsek Gunungterang, Sabtu (12/3/2016) sekitar pukul 13.30.

Kapolda menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan ketujuh tersangka diduga kuat sebagai dalang terjadinya bentrok, Jumat (11/3) siang.”Sudah tujuh orang yang ditetapkan menjadi tersangka. Jumlah ini bisa saja bertambah tergantung hasil penyelidikan dilapangan. Untuk nama-namanya belum bisa dipublikasikan,”ujarnya.

Seperti diketahui sengketa lahan antara kelompok warga versus Irawan Cs yang berada di Dusun Sakti Jaya, Kecamatan Gunungterang, Tubaba menyebabkan tiga orang tewas, kemarin (11/3).

Informasi yang dihimpun peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 12.30 WIB. Saat itu masyarakat banyak yang sedang melaksanakan Salat Jumat, saat itulah peristiwa bentrok terjadi hingga banyak warga yang berhamburan keluar rumah.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui dari pihak mana yang meninggal dunia. Namun berkembang informasi bahwa ada dua orang yang telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Menggala (RSUD) Menggala, Tuba.

Sementara itu, menurut penuturan sejumlah warga di kecamatan yang sama, peristiwa ini bermula ketika adanya penyanderaan sejumlah warga yang dilakukan Irawan Cs, namun hingga kerusuhan meletus, belum ada yang dibebaskan.

“Infonya memang ada 3 warga yang disandera, namun sampai kemarin belum ada dibebaskan. Sehingga warga itu kemudian mendatangi rumah Irawan,”katanya.

sumber lain mengatakan, bentrokan dipicu kesalahpahaman jatah uang keamanan menanam singkong di kawasan HTI yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Way Kanan. Untuk setiap kampung dikenakan jatah uang kemanan Rp 60 juta.

“Karena sering dipalak sama kelompok lain, makanya ada yang tidak terima,” ujar seorang warga yang enggan namanya disebutkan.

Belum diketahui secara pasti kelompok mana yang memulai pertikaian. Hanya saja, beberapa warga yang mengetahui ada rekannya tewas, berbalik menyerang kampung perbatasan dengan menggunakan senjata tajam dan senapa angin. Kelompok warga itu menyusuri setiap rumah warga yang diserang.

Alhasil, 4 buah rumah warga dikabarkan habis terbakar. Belum puas sampai situ, kelompok warga juga membakae 6 unit kendaraan bermotor roda dua.

Kapolda Lampung dan Kapolres Tulangbawang langsung turun ke lokasi kejadian, tidak hanya itu Danrem Garuda Hitam juga berada di lokasi untuk memantau keadaan. (tnn)