. . .

Semangat Gelorakan Save G dari Kang Yayan, Lampung Sebagai Surganya Gajah Sumatera

image_print

Setidaknya punya tujuh puluh tahun
tak bisa melompat kumahir berenang
bahagia melihat kawan yang berenang
berkumpul bersama sampai ajal
besar dan berani berperi sendiri
yang aku hindari hanya semut kecil
otak ini cerdas kurakit bernafas
wajahmu tak akan pernah kulupa

waktu kecil dulu mereka mengatakan
mereka panggilku gajah
kini ku beri tahu puji dalam olokan
mereka ingatku marah
jabat tanganku panggil aku gajah
waktu kecil dulu mereka mengatakan
mereka panggilku gajah

kini ku beri tahu puji dalam olokan
mereka ingatku marah
jabat tanganku panggil aku gajah

kau temanku kau doakan aku
punya otak cerdas aku harus sanggup
bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku

kecil kita tak tahu apa-apa
wajar terlalu cepat marah
kecil kita tak tahu apa-apa
yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik
yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik

Itu sebagian lirik lagu Gajah dari penyanyi Tulus. Maknanya sungguh dalam sekali. Tak heran jika ini mengilhami seorang Yayan Sopian untuk menggagas Save Gajah (Save G) sebagai salah satu gerakan untuk lebih mencintai gajah. Menurut pria ramah ini, spirit gajah menjadi salah satu daya tarik tersendiri kenapa dirinya begitu antusias melakukan gerakan ini.

——————————-

Setia Kawan, tidak takut meski sendiri, itu menjadi bagian penting dari intisarinya. Bayangkan lanjut dia bagaimana kawanan gajah ini menjadi sangat kuat meski berada di tempat terluar. Bagaimana jaringan kekeluargaannya begitu kental. Ini juga mencirikan Lampung secara keseluruhan. Spirit ini lanjut dia harus diambil sebagai bagian penting dari semangat untuk Save G.

Jadi terangnya, Save G tidak hanya gerakan formal semata. Lebih dari itu Save G menjadi suatu slogan yang membawa ruh dalam setiap kegiatannya. “Semua dilakukan bersama dan untuk kebersamaan. Semangat gajah ini menjadi ruh dari seluruh kegiatan Save G,” paparnya.

Lalu seperti apa kongkritnya gerakan ini. Banyak hal. Jadi masyarakat tidak hanya diajak berpikir soal gajah semata tapi lebih dari itu. Banyak yang gajah bisa berikan kepada masyarakat. Ujungnya adalah kesejahteraan untuk masyarakat Lampung. Timbul pertanyaan menggelitik. Caranya bagaimana?. Inilah lanjut dia perlu sekali pemahaman spirit gerakan Save G tersebut. Sebagai gambaran saja, masyarakat bisa memasyarakatkan ikon gajah dalam berbagai hal, seperti ikon pariwisata misalnya. Lalu apakah harus ke Waykambas saja.

Ternyata bukan seperti itu saja. “Soal wisata itu menjadi salah satu tujuan dari ending perjalanan ini,” paparnya. Maskot Gajah yang dibuat nanti menjadi ikon gerakan save G. Jadi ungkap Yayan saat ada bentuk gajah maka Lampung akan diingat. Ingat itu maka segala yang indah indah menjadi kenangan. “Lampung memiliki berbagai keunggulan tidak hanya pariwisata, juga budaya serta sumber daya manusianya,” ungkap Kang Yayan ini.

Pria yang murah senyum ini ingin Lampung menjadi surganya gajah sumatera. Wah, ini baru oke banget. Impian selanjutnya jika gerakan save G ini menjadi gerakan yang masif maka secara ekonomis akan menimbulkan pertumbuhan. Semua industri bergerak. Jika aksesoris tentang gajah digerakan maka industri yang berkaitan akan muncul dan tumbuh. Masyarakat dengan gerakan save G ini harus menikmati. “Gerakan ini bukan gerakan seremonial belaka. Harus ada ruh. Ada kebanggaan dalam jiwa yang tumbuh,” jelasnya, mengakhiri obrolan.

kau temanku kau doakan aku
punya otak cerdas aku harus sanggup
bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku
kau temanku kau doakan aku
punya otak cerdas aku harus sanggup
bila jatuh gajah lain membantu
tubuhmu disitu pasti rela jadi tamengku. (ismail komar)