. . .

Selain Takberizin Resmi SPBU Ambil Keuntungan 200 Rupiah Perliter Dari Pengecor, Waka 1: Kapolda Harus Tegas.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ‎(DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) minta aktifitas Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) No 24345116 di Tiyuh candra mukti simpang PU, Tulangbawang Tengah dapat menghentikan aktifitas mereka sementara.

 

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua 1 DPRD Yantoni Bersama lintas Komis A,B dan C ‎saat rapat dengar pendapat (Hearing) bersama pihak SPBU terkait dalam pembahasan selain pengecoran liar juga perizinan lingkungan hidup dan Dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu (DPM-PTSP) kabupaten setempat sejak 2010-2018 belum dikantongi alias Bodong.

 

Menurut wakil ketua 1 DPRD Tubaba Yantoni mengatakan. praktik pengecoran liar tersebut telah lama ‎terjadi, bahkan telah dilakukan peneguran namun pihak SPBU terkait tetap tidak mengindahkannya. Untuk itu dengan terkuaknya seluruh kebobrokan prkatik dan legalitas keberadaan SPBU tersebut kita minta kepada pihak SPBU dapat menghentikan aktifitas ‎mereka sebelum melengkapi seluruh perizinan secara legal bahkan mengembalikan kerugian pendapatan asli daerah (PAD) Tubaba yang terjarah.

 

” saya minta SPBU simpang PU candar mukti itu dapat ditutup dulu sebelum dan mereka melengkapi perizinan dan mengembalikan kerugian PAD Daerah, jika mengacu pada peraturan minyak bumi dan gas (Migas) pengecoran itu sudah melanggara dan ada pidanyanya. oleh sebab itu kami minta ketegasan Kapolda Lampung Irjen.Suntana dapat menindak tegas dugaan oknum di belakang pengecoran itu.‎” Kata Yantoni saat dikutip Translampung.com dalam sambutannya pada (7/8/2018) pukul 13:30 Wib.

 

‎Hal senanada dibenarkan oleh pimpinan sidang ketua Komisi C DPRD Paisol.,SH. pihaknya bersma seluruh jajaran DPRD meminta pihak SPBU dapat bertanggung jawab atas legalitas perizinan dan pengecoran Liar yang menurut pengakuan pengurus SPBU tersebut dalam setiap Liternya mereka mendapatkan keuntungan sebesar Rp 200 rupiah perliter. Sementara dalam satu hari SPBU terkait dapat menerima kiriman BBM premium dan solar mencapai 8 Ton.

 

” secara global kita hitung bersama konsumsi warga se Tubaba paling banyak menghabiskan BBM premium 4 Ton pun juga BBM Solar.‎ Artinya, sisa dari kiriman 8 ton tersebut dijual mereka dengan pengecor bahkan hingga luar Tubaba, oleh sebab itu pihak penegak hukum kahusunya Kapolda Lampung dapat menindak tegas dugaan pidana ini berikut keterlibatan oknum dibalik layar.” Katanya.

 

Menanggapi itu selaku pengurus pihak SPBU setempat Pajri‎ rahman mengakui, atas pengecoran BBM premium dan solar yang mereka lakukan itu benar adanya, namun semua itu atas keterpaksaan permintaan konsumen.

 

” dalam satu hari kami mendapatkan kiriman BBM premium 8 ton dan solar 8 ton serta pertalite 16 ton.‎ dari penjualan pengecoran kami mendapatkan keuntungan perliternya 200 rupiah, dan itu juga kami bagi-bagi selain untuk kesejahteraan karyawan dan pengobatan SPBU sendiri, keuntungan itu juga kami bagi-bagi dengan kawan-kawan lainnya.” kata Pajri rahman dalam rapat tesebut.

 

Lanjut dia, senin pada (13/8/2018) mendatang Pihak DPRD kembali melakukan hearing bersama Pihak SPBU setempat dengan membawa seluruh legalitas perizinan dari dinas terkait, bahkan pertanggung jawabab mereka atas kerugian PAD Tubaba selama 8 tahun lalu. (Dirman)

 

 

 

error: Content is protected !!