Sejumlah Persoalan Dikeluhkan Warga Kecamatan Sukoharjo Saat Menghadiri Reses DPRD

0
240
views

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Dalam Reses yang digelar anggota DPRD Pringsewu di dapil V Kecamatan Sukoharjo – Adiluwih di kediaman Sagang Nainggolan Minggu (10/9) malam, di hujani dengan sejumlah pertanyaan dan berbagai keluhan dari warga setempat.

Seperti yang dikeluhkan Ari Sribawanti warga Pekon Pandan Surat tentang pelayanan kesehatan, bidang sosial dan kebijaksanaan pemerintah. Ia menceritakan pernah seorang nenek nenek hendak menebus obat di Puskesmas Sukoharjo, tapi berhubung si nenek lupa membawa kartu dan identitas sehingga tidak dilayani dan terpaksa nenek tersebut kembali lagi kerumahnya yang jaraknya cukup jauh untuk mengambil kartu.

“Karena kelelahan si nenek sampai pingsan saya sangat prihatin melihatnya,”ujar Sri.

Dia juga berharap untuk data orang orang yang kurang mampu harus valid, sebab menurut dia, penerima bantuan sosial dari pemerintah disinyalir masih banyak salah sasaran.

“Kami juga berharap para pemimpin dan pejabat supaya merakyat sehingga tahu keluhan masyarakat jangan hanya saat kampanye rajin turun,” ketusnya.

Sementara Lasiran warga Panggungrejo mengeluhkan tentang kelangkaan pupuk yang sering terjadi saat jelang musim tandur dan hal itu sangat merugikan para petani.

Keluhan lain disampaikan warga Pandan Surat terkait kondisi jalan menuju arah Pekon Kali Kating yang tidak kunjung di perbaiki pemerintah akibatnya banyak kendaraan yang melintas mengalami ban bocor.

“Kami merasa terisolasi, sudah capek ngusulinnya tapi tidak digubris,” katanya.

Warga Panggungrejo Utara juga mengeluhkan daya listrik yang rendah diwilayahnya sehingga saat malam hari listrik sangat redup. Lain dengan Sukandar warga Panggungrejo Utara mempertanyakan aparat pekon Linmas dan Polmas yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah pada hal jika ada kejadian mereka menjadi ujung tombak.

Menanggapi berbagai persoalan dari masyarakat anggota DPRD setempat berjanji akan membahasnya di forum lembaga DPRD. Riski Raya Saputra dari Fraksi PDI-P mengatakan persoalan pelayanan Puskesmas dan kelangkaan pupuk menjadi persoalan klasik dan setiap reses terus muncul.

“Saya sendiri pernah mengalami buruknya pelayanan puskesmas dan waktu itu langsung kita undang hearing, namun persoalan timbul lagi ketika petugasnya ganti,” kata Riski.

Wakil ketua DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan menanggapi persoalan kelangkaan pupuk diakibatkan beberapa hal, misalnya distributor tidak menebus DO kemudian masih ada pengecer yang nakal. Sedangkan untuk perbaikan jalan Nainggolan menyarankan agar mengajukan proposal melalui Musremdes. Terkait kesejahteraan aparat pekon, menurut Sagang mekanismenya telah diatur dalam UU nomor 6 tahun 2014 dimana 30 persen dari dana perimbangan untuk operasional pekon. Selanjutnya dana operasional tersebut 63 persen merupakan hak pekon dan 37 persen hak BHP. “Kemudian disebutkan sebesar 5 persen dari hak pekon itu untuk aparat pekon lainya jadi menurut asumsi saya yang dimaksud dengan aparat pekon lainnya termasuk Linmas dan Polmas,” pungkasnya.

Reses yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB tersebut dihadiri oleh 5 dari 9 anggota DPRD dapil V, diantaranya Sagang Nainggolan (F – Golkar) Lusi Aryanti (F – Golkar), Riski Raya Saputra (F – PDIP), Bambang Kurniawan (F – PDIP), dan Mustofa (F – PAN) sedangkan salah satu anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Hi. Jamil tidak hadir karena sedang menunaikan ibadah haji. (reza)