TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Wakil Bupati Way Kanan H. Edward Antony memimpin Rapat Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2018, Dan Koordinasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2019 bersama jajaran Bappeda Kabupaten Way Kanan. Rapat tersebut berlangsung di Aula PKK Pemkab setempat, Senin (09/12/2019).

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Way Kanan H. Edward Antony menyebutkan angka kemiskinan di Kabupaten Waykanan pada tahun 2018 sebesar 13,52 %, atau menurun dari tahun 2017 sebesar 14,06 % dan tahun 2016 sebesar 14,58 % serta tahun 2015 sebesar 14,61%. Atau turun 1,09% sejak tahun 2015 lalu, data ini didapat dari BPS Per November 2019.

“Angka kemiskinan di Waykanan mengalami penurunan, bahkan di tahun 2018 saja 13.52 persen. Ini berarti masyarakat waykanan mengalami peningkatan pendapatan dan kenaikan standar perekonomiaan,” sebut Edward.

Menurutnya, dari data yang ada, angka 13.52 persen itu yang di keluarkan oleh BPS per November 2019 ini, di katagorikan sangat miskin, karena memiliki pengeluaran sebesar Rp333.033,- kapita/bulan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten waykanan menggunakan sistem informasi kesejahteraan sosial next Generation (SIKS-NG) per januari 2019 mengalami penuruan yaang sangat signifikan. Pada tahun 2015 lalu yaitu 53.261 rumah tangga, sedangkan pada tahun 2019 per januari, yaitu 51.931 rumah tangga atau mengalami penurunan mencapai 1.094 rumah tangga yang sudah masuk katagori sejahtera.

“Bahwa pada tahun 2018 rumah tangga sasaran (RTS) pada sistem SIKN-NG per Januari 2019 yaitu mencapai 53.025 rumah tangga sasaran dan 190.468 jiwa,” paparnya.

Lanjutnya, sedangkan pada sistem SIKN-NG per September 2019, yaitu 54.211 rumah tangga sasaran, dan 188.785 jiwa.

Bila di lihat, dari Januari yaitu 53.025 rumah tangga dan september 2019 yaitu 54.211 rumah tangga sasaran, ini berarti ada peningkatan sekitar 1.186 rumah tangga sasaran.

Sedangkan untuk jumlah jiwa mengalami penurunan yaitu, dari Januari 190.568 anggota rumah tangga sampai September 2019 yaitu, 188.785 anggota rumah tangga. Inu berarti mengalami penurunan mencapai 1.683 anggota rumah tangga.

“Sasaran program penanggulangan kemiskinan nasional adalah keluarga miskin dan keluarga rentan miskin yaitu 40 persen penduduk dengan status kesejahteraan terendah yang terbagi menjadi (4 desil) yaitu sebesar 54.211 rumah tangga,” lanjut Edward.

Dengan angka kemiskinan 13.52 persen ini, pemerintah memberikan bantuan seluruh bantuan, agar setelah di bantu kehidupannya bisa meningkat dan keluar dari zona sangat miskin.

Sedangkan, untuk sisahnya yang ada di desil 2,3 dan 4 itu di sebut rentan miskin. Dan tidak semua bantuan bisa dapat.

“Jadi yang ada di desil 1 itu dan 3 persentasenya ada di desil 2, itu mendapatkan seluruh bantuan, dan yang ada di desil 2,3 dan 4 ini tidak semua bantuan yang ada di pemerintah bisa dapat. Bantuan yang di berikan ini bersifat menjaga agar yang ada tidak turun dari zona rentan miskin,” ujarnya.

Bahkan ada sekitar 1.094 rumah tangga yang telah naik stasus kesejahteraanya dan keluar dari angka 40 persen keluar miskin, sangat miskin dan rentan miskin.

Dan ada sekitar 1.186 rumah tangga sasaran baru yang menggantikan 1.094 rumah tangga sasaran yang telah najk ke status kesejahteraannya di atas 40 persen.

Diakhir paparannya, Edward juga mengatakan bahwa, data terpadu ini hanya keluar dari satu sumber yaitu Bappeda Way Kanan. Sedangkan Dinas Sosial hanya dapat menyampaikan data penerima manfaat bantuan yang ada. (rls/mg).