. . .

Sebanyak 131 Pekon Se-kabupaten Lambar, Turut Meriahkan Karnaval Budaya

image_print

TRANSLAMPUNG. COM, LAMBAR
-Festival Skala Bekhak (FSB) VI tahun 2019, sebanyak 131 Pekon dari 15 Kecamatan, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) turut serta memeriahkan Karnaval Budaya yang dipusatkan di Islamic Center, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit. Senin (11/7)

Guna meningkatkan pengunjung wisatawan di Lambar, FSB yang telah berlangsung selama enam hari tersebut telah memunculkan beberapa tangkai festival seperti, butabuh gamolan pekhing, tari kreasi, butabuh hadra, orkes gambus, adat sai batin paksipak, lomba lagu pop, dan karnaval kemilau budaya Bumi Sekala Bekhak.

“Dan yang terakhir hari ini yakni Karnaval Budaya,” kata Suratal (Peratin Pekon Sedampah.Red) saat ikut memeriahkan Karnaval Budaya tersebut.

Dijelaskannya, dengan adanya Karnaval Budaya pihaknya mengapresiasi dan FSB juga mampu mengangkat derajat suku Jawa dengan menampilkan ciri khas budaya Jawa yakni kuda kepang yang diberi nama Turonggo Setho.

Menurutnya FSB tidak hanya menampilkan ciri khas Adat Lampung tetapi, kata dia, berbagai suku juga turut memeriahkan FSB ini. Salah satu tujuannya adalah untuk mempromosikan wisata yang ada di Lambar hingga ketingkat Nasional serta mempererat tali asih masyarakat dengan menjunjung tinggi adat istiadat di Bumi Skala Bekhak Sai Betik.

Seperti suku Jawa, Sunda dan Semendo, menurutnya, semua suku yang ada di Lambar ikut serta memerihakan FSB dengan menampilkan pakaian adat masing-masing suku.

Nantinya, setiap team yang ikut serta Karnaval Budaya akan menampilkan tarian atau pertunjukan yang dikemas semenarik mungkin dengan adat masing-masing.

Sehingga mempunyai nilai tawar saat tampil yang saksikan Wakil Bupati Lambar, Drs. Hi. Mad Hasnurin, Sekertaris Daerah (Sekda), Akmal Abdul Hakim.SH., dan kepala OPD di lingkup Pemkab serta masyarakat yang turut serta memerihkan Karnaval Budaya

Menurutnya, setiap team yang ikut serta Karnaval Budaya akan menampilkan tarian atau pertunjukan yang dikemas semenarik mungkin dengan adat masing-masing.

Selain itu, antusias masyarakat untuk menyaksikan Festival Budaya ini sangat tinggi. Pasalnya menurut dia, masyarakat tetap menonton meski terik matahari sangat panas tidak dihiraukan.

“Saya pribadi sangat bangga agenda tahunan ini selain mempromosikan wisata Lambar, juga menunjukan rasa persaudaraan meskipun berbeda suku,” tuturnya

Dilain pihak, saat diwawancarai, Wabub Lambar Mad Hasnurin, mengatakan, FSB untuk melestarikan dari generasi kegenerasi untuk tetap lestari adat budaya yang ada di Lambar, adat budaya dari sai batin

“Apalagi budaya-budaya lain yang ada di Lambar untuk semakin memperkokoh kekeluargaan,” ucap Mad Hasnurin yang akrab disapa Pun. (Safri/r7)

error: Content is protected !!