. . .

SDN 2 Juara I Nasional

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BAUBAU – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Baubau berhasil mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kota Baubau dalam iven bergengsi di tingkat Nasional yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, Oktober lalu.

Prestasi membanggakan tersebut diraih putri terbaik SDN 2 Baubau pada lomba fashion show tingkat nasional. Adalah Naura Tazkiyah meraih juara I putri tenun tingkat Nasional, sekaligus juara harapan putri citra.

Tidak hanya Naura, Ulya Salsabila juga meraih juara harapan I tingkat nasional, sebelumnya Ulya meraih juara terfavorit pesona batik tahun 2017 lalu dan juara icon wajah pesona Indonesia di Jakarta.

Prestasi lain dipersembahkan Zahra Salsabila, ia berhasil menyabet juara I putri batik nusantara tingkat Nasional di Jakarta tahun 2017, kemudian runner up I wajah pesona Indonesia di Jakarta dan juara 3 putri bunga di Bali pada tahun 2016.

Selain itu, Saskia Salsabila juga berhasil mengharumkan nama sekolahnya di tingkat nasional setelah meraih juara 2 academi model Indonesia dan juara 1 Indonesian look entic glamoor tahun 2016.

Kepala SDN 2 Baubau, Nuriani mengungkapkan, perolehan prestasi anak didiknya tidak terlepas dari peran serta orang tua murid dan guru pembina.

“Sebagai kepala sekolah saya merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh putra-putri kami, artinya tidak kalah dengan anak-anak yang ada di bangsa ini. Meskipun dari kota kecil, tetapi mereka dapat menunjukan prestasinya,” ujar Nuaraini di ruang kerjanya, Senin (5/11).

Pihaknya berharap, prestasi yang sudah diraih dapat ditingkatkan lagi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami hanya mendorong kreatif anak-anak kami sehingga bisa mengasah kreatifitas mereka, dan alhamdulillah bisa bersaing di tingkat lokal maupun nasional. Kami berharap generasi kami, bukan hanya bersaing di dalam negeri, kedepan bisa bersaing di skala internasional,” harapnya.

Terpisah, orang tua Naura Tazkiyah dan Ulya Salasabila, Yusmahadewi merasa bangga, kedua putrinya telah mengharumkan nama sekolahnya di tingkat nasional.

“Kita orang tua tetap mendukung anak-anak berprestasi apalagi di tingkat Nasional, itu juga melatih mereka untuk tidak kaku ketika di depan umum,” ujarnya.

Ia mengaku, meski putrinya telah berprestasi di tingkat nasional, sebagai ibu di rumah selalu menekankan untuk tetap belajar.

“Kalau di rumah putri kami belajar dengan les prifat dan malam harinya mereka mengaji, jadi memang pengawasan di rumah itu kami lakukan,” terangnya.(m3)

error: Content is protected !!