Screening Film Darmajaya, Tampilkan 106 Film Peserta FFIL

0
543
views

Bandar Lampung – Festival Film Indie Lampung (FFIL) ke 4 kembali dihelat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmajaya Computer and Film Club (DCFC) Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya. Tahun ini, 106 film karya peserta akan disuguhkan bagi pecinta film indie dalam screening film di Aula Pascasarjana kampus setempat.

Berlangsung pada 18-29 April 2016, setiap harinya akan ada 20 film yang diputar. Dihari pertama, film berjudul Dijawab (Jakarta), Its Not Your Home (Bandung), The Letter (Yogyakarta), 8 (Yogyakarta), dan Wish (Yogyakarta) menjadi film pertama yang diputar pada acara tersebut.

Ketua pelaksana, Nesa Nugraha mengatakan, mengusung tema Buat Cerita Filmmu Lebih Berwarna, FFIL 2016 bertujuan menjadi ajang ekspresi dan unjuk prestasi bagi kalangan muda sineas perfilman indie tingkat nasional.

“Ini menjadi kali ke 4 UKM DCFC menyelenggarakan kompetisi film tingkat nasional. Tak hanya diikuti peserta dari Lampung, FFIL 2016 juga diikuti peserta dari Bali, Makasar, Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan lainnya,“ ujarnya.

Nesa mengungkapkan, 106 peserta akan memperebutkan 14 kategori terbaik pada malam anugrah, 7 Mei mendatang. Katagori tersebut yakni film terbaik, sutradara terbaik, ide cerita terbaik, film Lampung terbaik, film terfavorit kategori umum, film terfavorit kategori lampung, editor terbaik, kameramen terbaik, peñata musik terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, pemeran pendukung pria terbaik, pemeran pendukung wanita terbaik, dan kategori film pelajar.

“Selain screening film, tiga juri nasional FFIL 2016 juga akan berbagi ilmunya tentang perfilman di Coaching Clinic, 6 Mei mendatang. Mereka yakni Wahyu Nugroho S, Rahabi Mandra, dan John de Rantan,” terangnya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya, Muprihan Thaib, S.Sos., MM mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap, melalui ajang ini dapat memotivasi jiwa film maker anak muda Indonesia untuk giat membangun dan memajukan perfilman di negeri sendiri.

Menurutnya, karya perfilman merupakan hasil kerja yang membutuhkan daya kreasi dan proses yang tidak mudah. Karenanya, Ia mengimbau kepada mahasiswa untuk bisa mengapresiasi sebuah karya.

“Festival film indie tidak hanya sebatas kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap para pecinta film yang telah melahirkan karya-karya terbaiknya. Semoga even ini dapat memotivasi peserta untuk lebih baik lagi dalam menghasilkan karya, serta merangsang minat masyarakat untuk memajukan dunia perfilman Indonesia khususnya di Lampung,” tandasnya.(rls)

LEAVE A REPLY