. . .

Satu Tewas , Gelombang Mirip Tsunami Luluh Lantakan Desa Legundi 

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Terjadinya gelombang besar mirip tsunami pada Sabtu malam (21/12/18) menerjang Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran mengakibatkan puluhan rumah rata dengan tanah serta menelan satu korban jiwa .

Menurut salah satu tokoh masyarakat Pulau Legundi Herman mengatakan bahwa kejadian gelombang besar yang mirip seperti tsunami ini terjadi sekitaran pukul 21:00 WIB dengan ketinggian ombak mencapai 3 meter sehingga meluluh lantakan Desa Legundi.

“Ya, akibat ganasnya diterjang gelombang mirip tsunami ini selain meluluh lantakan puluhan rumah yang rata dengan tanah di desa ini juga ada yang meninggal dunia bernama Munir warga pulau Legundi ,”kata Herman saat di hubungi, Minggu (23/12/18).

Herman menerangkan pada saat kejadian tersebut  ratusan warga yang tinggal di desa ini kebingungan menyelamatkan diri masing- masing dengan berlari yang agak lebih tinggi berada diatas gunung.

“Ratusan warga sementara mengungsi untuk mencari lokasi yang aman dan warga yang luka masih proses perawatan dan dibawa ke rumah sakit,”ucapnya.

Sementara itu khaidir selaku kepala Desa Legundi membenarkan adanya musibah terjangan ombak mirip setinggi 3 meter mirip tsunami yang meluluh lantakan desa yang dia pimpin .

“Ya, mas akibat terjangan ombak semalam ada sekitar 50 rumah warga mengalami rusak berat sedangkan untuk rumah yang rusak ringan sekitar 45 rumah,”jelasnya.

Khadir juga mengatakan bahwa selain terjadinya kerusakan rumah dan ratusan masyarakat yang mengalami luka-luka ada salah satu warganya yang meninggal dunia saat kejadian tersebut.

“Untuk korban yang mengalami luka- luka sudah di bawa kerumah sakit terdekat oleh pihak Tagana dan kopolisian di bantu oleh pihak Pemda Pesawaran,”jelasnya.

Dirnya juga mengatakan bahwa salah satu korban yang meninggal dunia itu memang warga yang telah mengalami kelumpuhan saat kejadian tersebut warga yang ingin mengfakuasi di tolak lataran korban sudah pasrah dengan keadaanya.

“Nah,waktu mau di efakuasi oleh warga lainya korban menolaknya dengan alasan sudah pasrah menerima keadaan ,”singkatnya (ydn).

error: Content is protected !!