Satu Motor dan Dua Helm Raib saat Kunjungan Gubernur ke Tanggamus

KORBAN CURANMOR ACARA GUBERNUR: Yogi Setiawan (29) guru SDN 1 Pekon Ulusemuong yang menjadi korban curanmor saat acara silaturahmi Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dengan seluruh ASN Tanggamus di Lapangan Pemkab Tanggamus, Kamis (8/2) sore. (Foto: SCREENSHOOT)

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Acara Gubernnur Lampung Hi. Muhammad Ridho Ficardo bersilaturahmi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Tanggamus, ”menelan” korban. Lantaran satu unit sepeda motor yang dibawa seorang guru SD dari Kecamatan Ulubelu, Tanggamus, dan diparkir di halaman Kantor Sekretariat Pemkab Tanggamus, lenyap digasak maling ketika acara berlangsung, Kamis (8/2) sore.

Aksi para pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) belakangan ini semakin menggila. Tak hanya di tempat sepi, bahkan di sela-sela acara kunjungan gubernur yang dibanjiri manusia di Lapangan Pemkab Tanggamus, pelaku curanmor masih nekat beraksi dan bisa berhasil menggasak satu unit sepeda motor.

Ironisnya, sepeda motor yang hilang itu adalah pinjaman dari keponakan korban. Tak hanya itu, juga ada dua siswi yang panik, lantaran helm mereka masing-masing juga lenyap.

Usai seremoni kunjungan yang diguyur hujan lebat hingga selesai itu, tampak seorang pemuda kebingungan dan seperti sedang mencari-cari sesuatu. Diketahui pria yang bernama Yogi Setiawan (29) dan merupakan guru di SDN 1 Pekon Ulusemuong, Kecamatan Ulubelu itu, sedang panik mencari-cari sepeda motor Honda BeAT-nya.

”Motornya (Honda) BeAT warna merah-putih. Tadi saya parkirkan di halaman samping Kantor Sekretariat Pemkab Tanggamus. Tepatnya sekitar ATM Bank Lampung itu. Setelah acara ini selesai, saya dan teman saya mau pulang. Ketika kami menuju lokasi parkir, sepeda motornya nggak ada. Mana itu motor pinjam dari keponakan saya,” beber warga Pekon Gunungsari, Kecamatan Ulubelu itu pada para wartawan yang masih ada di halaman sekretariat.

Lantaran motor yang lenyap digondol maling itu bukan miliknya, korban mengaku tidak hapal nomor polisinya. Sebab saat meminjam dari si empunya, korban juga tidak membawa surat-surat kendaraan tersebut. Dirinya juga menyebutkan, sudah berupaya bertanya-tanya pada para personel Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga-jaga di lokasi acara. Tetapi hasilnya nihil.

”Saya datang ke acara ini sebagai undangan, bersama teman-teman guru lainnya. Sudah datang dari jauh, sekarang malah motor pinjaman hilang,” keluh Yogi seraya menyebutkan akan melaporkan peristiwa yang dia alami ke Polres Tanggamus.

Nasib tak jauh berbeda juga dialami dua siswi dari wilayah Kecamatan Gunungalip, Anisa dan Safitri. Saat situasi Kantor Sekretariat Pemkab Tanggamus yang menjadi titik pusat acara nyaris sepi, kedua siswi itu masih tampak kebingungan dan panik. Usut punya usut, rupanya helm mereka juga raib digasak maling saat acara berlangsung.

”Helm kami ilang. Tadi kami taruh di atas motor. Kami tadi parkir motornya, pas di samping motornya pak guru yang ilang itu,” beber Anisa dengan nada parau seraya menjelaskan, satu helmnya bermerek CAT warna abu-abu dan salu satu lagi sejenis GM warna putih.

Yogi, Anisa, dan Safitri merasa sangat kecewa, atas peristiwa yang mereka alami. Kekecewaan dan kekesalan mereka memang sangat beralasan, sebab harta mereka hilang ketika acara gubernur sedang berlangsung. Padahal lokasi parkir kendaraan mereka, berada di jalaman kantor sekretariat pemkab setempat. (ayp)

News Reporter