. . .

Satu Minggu Pasca Tewasnya Rumadi, Keluarga Pertanyakan Kinerja Polres Way Kanan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Tewas nya Rumadi (45) warga Kampung gedung harapan kecamatan negeri agung yang di duga menjadi korban pembunuhan oleh orang tak dikenal dan di temukan warga sudah tak bernyawa tergeletak di tengah jalan beberapa waktu lalu, tepatnya di jalan kebun akasia milik inhutani kampung Srirejeki kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan pada hari Kamis (13/09/2018) Sekira Pukul 17:40.

Pasca kejadian itu, hingga kini pihak keluarga korban yang berdomisili di kampung Ojolali kecamatan Blambangan Umpu mempertanyakan kinerja dari Polres Way Kanan dalam menangani kasus tersebut.

Mengingat, Polisi sudah melakukan Autopsi terhadap Jenazah korban guna kepentingan penyelidikan untuk mengungkap apa penyebab dan siapa dalang atas tewas nya korban. Namun, hingga satu minggu pasca kematian Rumadi, Pihak keluarga belum juga mendapatkan kabar baik ataupun bagaimana hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Way Kanan.

“semalam saya ikut yasinan 7 hari meninggal nya almarhum, di rumah nya di Kampung Ojolali. menurut kakak tertua korban yang bernama jumadi, padahal polres way kanan yang memaksa agar korban di autopsi dengan alasan supaya pelaku nya cepat tertangkap namun sudah satu minggu tidak ada kabar dan kejelelasan,” Ujar Sahrial yang merupakan kerabat korban saat menirukan apa yang disampaikan oleh Jumadi Kakak tertua Korban ketika di konfirmasi oleh Translampung.com, Kamis (20/08/2018).

Sahrial juga menjelaskan bahwa, sudah dua sampai tiga hari ini justru polisi masih bolak balik ke kampung ojolali untuk menanyakan ke warga sekitar tentang ini dan itu terkait kasus kematian korban, Sehingga menimbulkan rasa kekecewaan dari pihak keluarga.

“kalau kayak gini kan kami kecewa. ngapain di Autopsi kemarin, kalau masih wara wiri ke rumah kami serta bertanya sana sini. apa adek saya di Autopsi itu hanya untuk bahan percobaan polisi,” Kata Sahrial yang kembali menirukan omongan Kakak tertua Korban.

Atas kejadian itu, Lanjut Sahrial. Keluarga berharap agar kepolisian dapat bekerja semaksimal mungkin sehingga dapat segera mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap Rumadi.

“Walaupun harus menunggu, Namun kami atas nama Keluarga korban tetap percaya dan yakin serta mendukung kepolisian dalam bekerja untuk mengungkap apa motif dan siapa dalang di balik semua ini,” pungkasnya. (migo).