“Sang Pisang” di Bandarlampung

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Terinspirasi dari sang kakak Gibran Rakabuming, Kaesang Pangarep berani membuka usaha kuliner Sang Pisang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya Kota Bandarlampung.

Kaesang mengatakan, kuliner Sang Pisang berbeda dengan kuliner lainnya.

“Kalau biasanya kan pisang tepung digoreng begitu saja. Ini kita beda. Kami menginovasi, diolah, dan ada campurannya sendiri. Kami punya 48 varian rasa yang kalau disebutkan satu per satu mungkin sampai besok baru selesai, harga per kotaknya cuma Rp 20 ribu saja,” kata Kaesang saat grand opening Sang Pisang di Mal Boemi Kedaton, Minggu (18/3).

Dia menambahkan, untuk bahan baku sendiri yakni pisang kepok diambil langsung dari Lampung. Dalam sehari ia bisa menjual 1.000 kotak Sang Pisang atau 11 ton pisang kepok.

“Untuk outlet saya di Jakarta, Bandung, dan lainnya saja pisangnya ngambil dari Lampung. Ini saya sedang belajar ilmu pertanian supaya bisa mengembangkan pisang sendiri,” ujar putra bungsu Presiden RI Joko Widodo ini.

Pria kelahiran tahun 1994 ini mengungkapkan, dalam waktu dekat ia akan membuka cabang lagi di Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Lampung ini jadi kloter pertama di 2018, selanjutnya Surabaya. Saya kan sudah buka di Bandung, Makassar, Palembang, Jakarta, Pare-pare. Kalau di Lampung rencananya nggak hanya di MBK tempat nongkrong kaum milenial, tapi buka di ruko gitu juga. Begitu juga kabupaten dan kota lainnya di Lampung. Kita mantapkan dulu yang di sini,” terangnya.

Disinggung mengenai omzet dari penjualan Sang Pisang, Kaesang mengaku enggan menyebutkan angka nominalnya.

“Pokoknya banyak, saya nggak mau menyebutkan berapa. Nanti diplesetkan lagi. Saya nggak mau diplesetin lagi, cukup satu kali,” tukasnya.

Kaesang pun memiliki pesan untuk muda-mudi Lampung yang ingin terjun ke dunia bisnis seperti dirinya.

“Berani memulai, jangan takut gagal, kalau gagal mulai lagi,” tutupnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota M Yusuf Kohar yang datang pada grand opening Sang Pisang, mengapreasiasi usaha kuliner pria berumur 23 tahun ini.

“Pisang kan bahan baku yang banyak ditemukan di sini, dimodifikasi sedemikian rupa dan akhirnya menginspirasi anak muda. Saya berterima kasih kepada Kaesang yang bisa menyerap tenaga kerja di Bandarlampung. Semoga usahanya sukses,” tandasnya. (jef/hkw)

News Reporter