Samsul Hadi Minta BPBD dan PUPR Lakukan Perbaikan Darurat

0
3727
views
TINJAU JEMBATAN GANTUNG: Wabup Tanggamus Hi. Samsul Hadi dan beberapa Kepala OPD serta aparat Kecamatan Wonosobo dan Semaka Senin (13/11) siang meninjau jembatan gantung penghubung dua kecamatan, yang Minggu (12/11) lalu memakan korban. (Foto: DISKOMINFOSANDI TANGGAMUS)

Rehabilitasi Permanen Jembatan Gantung Dilakukan 2018

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi turun ke jembatan gantung yang membuat Danang (16) tercebur ke Way Semaka Minggu (12/11) dini hari dan belum ditemukan sampai Senin (13/11). Untuk mencegah jatuhnya korban lagi, Samsul Hadi menegaskan, jembatan gantung itu akan diremajakan tahun depan. Sementara untuk perbaikan darurat jembatan gantung agar tidak membhaayakan warga, wabup meminta segera diselesaikan.

Samsul Hadi mengatakan, saat ini bagian jembatan yang kayunya rusak dan membentuk lubang, sudah diperbaiki kembali. Namun pelajar asal Pekon Sedayu yang menjadi korban, masih belum ditemukan. Untuk merehabilitasi  jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Banjarnegoro Kecamatan Wonosobo dengan Pekon Kanoman Kecamatan Semaka itu, akan dianggarkan tahun 2018 nanti.

“Nantinya jembatan gantung ini dibangun lagi dengan lebar 6 meter. Teknisnya diprioritaskan lelang awal Maret 2018 mendatang. Harapannya awal Maret sudah mulai dikerjakan. Untuk sementara jembatan bisa dilewati kembali tetapi secara bergantian. Lalu akan ditambah lagi tali/seling. Karena jembatan penghubung antar-kecamatan ini, terakhir direhab tahun 2009 silam,” ungkap Wabup Tanggamus.

Terpisah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus Romas Yadi menyampaikan, sesuai dengan arahan Wabup Tanggamus sambil menunggu jembatan tersebut dibangun permanen, akan dilakukan langkah-langkah penanganan kedaruratan untuk memperbaiki jembatan gantung.

“Langkah ini untuk antisipasi kejadian serupa. Lantai maupun penopang serta seling, yang sudah termakan usia, kami ganti. Agar tidak membahayakan warga yang melintasi jembatan,” ungkap Romas Yadi.

Secara teknis, kata dia, perbaikan jembatan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Terutama terkait bahan-bahan dan bagian jembatan mana saja yang harus diperbaiki dan diganti.

“Anggaran perbaikan darurat sementara jembatan gantung tersebut diprediksi Rp150 juta. Itu sudah termasuk penopang, lantai serta seling jembatan. Di sisi lain berkaitan dengan korban yang jatuh, masih dilakukan pencarian hingga tujuh hari ke depan. Dan mungkin akan kami perpanjang tiga hari jika ada permintaan dari keluarga,” tandas Romas Yadi.

Selengkapnya baca di Trans Lampung edisi Selasa 14 November 2017. (ayp)