Sakit dan Meninggal di Sorong, Akhirnya Jenazah Zainani Tiba di Tanggamus
SEMPAT DIRAWAT: Sebelum meninggal dunia akibat menderita sebuah penyakit di Sorong, Zainani (29) binti Zainal sempat dirawat di tiga rumah sakit berbeda dan diurus oleh teman-temannya yang peduli. (Foto-foto: SCREENSHOT INSTAGRAM elfinnatryas)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Masih ingatkah pembaca yang budiman dengan Zainani (29) binti Zainal? Wanita asal Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus itu, akhirnya mengembuskan napas terakhir, setelah sempat dirawat di tiga rumah sakit berbeda di tanah perantauannya, Sorong, Papua Barat. Sabtu (7/4) sekitar pukul 19.45 WIB, pesawat yang membawa jenazah ibu dua anak itu, mendarat di Bandar Udara Radin Inten II Natar dan langsung dibawa ke rumah duka.

BER-KTP TANGGAMUS: Inilah e-KTP atas nama Zainani yang beralamat Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

Penggalang donasi untuk Zainani selama di Sorong, Elfinna Triyasti Nurul yang turut mengantarkan jenazah wanita berstatus janda itu mengatakan, mereka take off dari Bandar Udara Dominique Eduard Osok, Papua Barat. Lalu transit di Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta. Kemudian melanjutkan perjalananan ke Bandar Udara Beranti Lampung.

“Meskipun dirundung duka, lantaran Zainani yang selama ini sempat kami rawat di Sorong dipangil Tuhan, saya dan dua rekan tetap bersyukur karena jenazah adik kami ini bisa dimakamkan di tanah kelahirannya, Tanggamus. Dia sebatang kara di Sorong. Kami juga sangat berterimakasih pada seluruh donatur yang sudah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk Zainani selama ia menjalani perawatan di rumah sakit. Sampai di sini, kami serahkan jenazah Zainani pada pihak keluarga,” ujar Elfinna via dirrect message (DM) akun Instagram elfinnatryas.

BERPARAS MENAWAN: Inilah foto terakhir Zainani (29) yang berparas sangat menawan, saat masih sehat.

Di Beranti, perwakilan keluarga almarhumah didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang Tanggamus, dr. Yudhi Indarto, Camat Wonosobo, dan Tim Humas Polres Tanggamus menjemput langsung jenazah wanita kelahiran 10 Oktober 1989 itu. Zainani sendiri, diketahui sempat lebih dahulu merantau di Kota Solo, Jawa Tengah, sebelum akhirnya jatuh sakit dan meregang nyawa di Sorong.

“Setelah mengurus surat-menyurat, jenazah Zainani segera kami bawa pulang ke kampung halamannya. Mewakili Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan pihak keluarga almarhumah, kami sangat berterimakasih pada Bu Elfinna dan kawan-kawan serta seluruh donatur atas bantuan dan perhatian yang sangat besar terhadap Zainani di tanah rantau. Almarhumah meninggal karena sakit parah,” ujar Yudhi saat dihubungi translampung.com via ponsel.

DIJAGA ORANG ASING: Selama dirawat, Zainani dirawat dan diurus oleh orang asing, seorang “Mama” penduduk asli Sorong yang menyayanginya seperti anak sendiri.
Pemkab Tanggamus Ucapkan Belasungkawa Mendalam
 

ATAS meninggalnya warga Tanggamus di tanah rantau yang sebatang kara ini, Sekretaris Daerah Tanggamus Hi. Andi Wijaya, S.T., M.M. atas nama pemerintah kabupaten maupun pribadi, mengucapkan belasungkawa yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan.

UNGKAPAN DUKA: Inilah sederet kalimat duka dan ucapan terimakasih pemilik akun Instagram elfinnatryas yang telah peduli menggalang dana dan mengurus Zainani selama sakit di Sorong.

Setelah menerima informasi bahwa perantauan asal Tanggamus meninggal dunia di Sorong, Andi Wijaya melalui pihak terkait, mengaku langsung menyampaikan kabar duka itu pada pihak keluarga.

“Kami sangat berharap, almarhumah bisa membaik setelah dirawat di Sorong, sehingga bisa segera diterbangkan pulang ke Tanggamus. Namun Allah berkehendak lain. Kami turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya,” ungkap Andi Wijaya via ponsel pada translampung.com. 

BERANGKAT DARI PAPUA BARAT: Peti berisi jenazah Zainani (29) saat hendak diterbangkan ke Lampung, dari Bandara Dominique Eduard Osok Papua Barat.

Sekda Tanggamus melanjutkan, pemkab menawarkan dua opsi pada ibunda Zainani, Salha (52) dan pihak keluarga lainnya. Opsi pertama yang ditawarkan, Zainani dimakamkan di tanah rantau dan Pemkab Tangggamus membantu biaya pemberangkatan Salha dan beberapa perwakilan keluarga. Sedangkan opsi kedua adalah, jenazah Zainani diterbangkan pulang dengan bantuan pemkab dan dimakamkan di Tanggamus.

“Ibunda Zainani dan pihak keluarga sepakat untuk memilih opsi kedua. Sehingga malam ini, tibalah jenazah Zainani di Beranti. Saya sudah utus Direktur RSUD Batin Mangunang dan Camat Wonosobo untuk mendampingi keluarga menjemput jenazah Zainani di bandara dan mengawalnya pulang ke rumah duka. Yang pasti Pemkab Tanggamus sepenuhnya memperhatikan pemulangan jenazah Zainani sampai ke rumah,” tandas sekda.

Sayangnya sampai dini hari ini, ikhwal riwayat penyakit yang diderita Zainani di Sorong, belum ada otoritas berwenang yang memberikan keterangan pasti. Hanya diketahui, setibanya di Sorong, Zainani bahkan sama sekali belum mulai bekerja di sebuah tempat hiburan, karena dia langsung sakit. Dari keterangan Elfinna Triyasti Nurul, selama masa perawatan, Zainani sudah dirawat di tiga rumah sakit berbeda di Sorong. Yaitu Rumah Sakit Mutiara, lalu Rumah Sakit Angkatan Laut Oetojo, dan terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Selebi Solu hingga akhirnya meninggal dunia. (ayp)

News Reporter