. . .

Sah, Asdep III Kemenpora Buka IYOS Festival 2018

image_print
GONG PERESMIAN: Asdep III Pengelolaan Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo, memukul gong sebagai simbol opening ceremony Gebyar IYOS Festival Piala Kemenpora 2018 Tingkat Provinsi Lampung di Aula Serumpun Padi Gisting.
TRANSLAMPUNG, TANGGAMUS – Goooong…. Goooong….!!! Lima kali suara nyaring gong menggema dari Aula Serumpun Padi Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Senin (23/7) siang. Suara tersebut sebagai tanda dibukanya secara resmi Gebyar Indonesian Youth and Sport (IYOS) Festival Piala Kemenpora 2018. Sebagai perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Asisten Deputi (Asdep) III Pengelolaan Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo, S.Pd., M.Si. menepati janjinya berkunjung Tanggamus sekaligus membuka gebyar multieven enam cabang olahraga level Sumbagsel itu.
Terlaksananya opening Gebyar IYOS Festival Piala Kemenpora 2018 di Tanggamus, menjadi titik balik pembuktian IYOS Lampung dan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tanggamus mewujudkan opening di tengah hantaman dan himpitan bertubi-tubi. Namun dengan semangat baja dan mental platinum, tiap-tiap rintangan bisa dilalui.
Dalam wawancara doorstop terbuka dengan IWO Tanggamus maupun para awak media yang hadir, Asdep III Teguh Raharjo mengatakan, sejak empat tahun dirintis, even yang digagas IYOS Pusat di bawah komando “Sabam” Yefi Triaji, IYOS Festival selalu direspon dengan sangat antusias oleh para peserta. Demikian juga terhadap pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi Mbak Firlinda sebagai Ketua IYOS Lampung dan Mas Odo Kuswantoro sebagai Ketua IWO Tanggamus dan rekan-rekan jurnalis anggota IWO, atas perjuangan dan pengorbanan mewujudkan gebyar enam cabang olahraga (cabor) ini di Lampung. Terlebih opening ceremoni-nya dipusatkan di Kabupaten Tanggamus ini. Sungguh luar biasa dan semangat IWO Tangggamus ini patut ditiru oleh organisasi profesi jurnalistik lainnya,” ujar Teguh Raharjo, mewakili Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Dr. R. Isnanta, M.Pd.
Di Indonesia, dia melanjutkan, sebenarnya generasi usia dini sangat membutuhkan wadah-wadah pencari bibit unggul seperti IYOS. Karena memang IYOS yang digawangi peraih medali perunggu cabor taekwondo Olimpiade Barcelona tahun 2000, berorientasi pada pembudayaan dan pembibitan bakat. Bukan pada prestasi.
“Olahraga itu ada tiga jenis, yaitu pembudayaan, rekreasi, dan pendidikan. Untuk itu, pemerintah bersama masyarakat harus hadir dan memberikan ruang pada generasi usia dini dan anak muda untuk mencintai olahraga. Selama kurun empat tahun, IYOS Festival selalu digelar di Jakarta. Nah ini untuk kali pertama dilakukan di daerah, yaitu di Lampung. Khususnya Tanggamus. Luar biasa,” ungkap Teguh Raharjo memberikan apresiasinya.
Jika sudah dibudayakan dan dibina sejak dini, menurut Teguh, maka Indonesia akan memiliki atlet-atlet yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa nasionalisme. Dengan demikian, para atlet nasional yang notabene menjadi aset negara, bisa bertahan lama dan terus produktif menghasilkan prestasi-pestasi di setiap ajang perlombaan.
“Dengan adanya IYOS Festival yang digagas kawan-kawan IYOS Pusat lalu dilaksanakan oleh IYOS Lampung ini, kami dari Kemenpora RI sangat berharap, pemerintah daerah bersama masyarakat senantiasa mendukung penuh para calon atlet kita. Bina dan didik mereka agar Lalu M. Zohri lainnya terus bermunculan di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia,” harap Teguh Raharjo dan Ketua IYOS Pusat Yefi Triaji. (ayp)