. . .

Sabu 50 Kg Terkubur Dalam Lumpur

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA- Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) Bareskrim Polri dan Polres Labuhan Batu, Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 50 Kg narkoba jenis sabu asal Malaysia, Selasa (29/1) sore. Dengan menggunakan speedboat, polisi berhasil menjangkau lokasi penimbunan narkoba.

Barang haram ini dikubur dalam lumpur tepi Sungai Parapat, Desa Sei Kubung Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Sabu dibungkus dengan karung bersama tiga kantong plastik besar berisi pil ekstasi.

Kurang dari 24 jam, para pelaku akhirnya berhasil diciduk. Mereka diantaranya: Ruslan Manurung alias Iyan (38), Andi Saputra (30), dan Gompar Selamat (25). Mereka ditangkap terpisah. Berawal dari penangkapan Ruslan yang dibekuk dirumahnya, di wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara, Minggu (27/1).

Dari hasil introgasi tersangka Ruslan, lokasi penemuan berhasil diketahui. Kemudian interogasi dilanjutkan untuk mengetahui keberadaan dua tersangka lainnya, Andi dan Gompar. Lewat informan, pada Rabu (30/1) sekira pukul 01.00 WIB, keduanya ditangkap saat berada di atas sebuah bus di ruas jalan Lintas Sumatera, tepatnya di depan Polsek Aek Kanopan, Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, narkoba jenis sabu ini diketahui milik jaringan Malaysia-Sumatera. Distribusinya dikirim lewat jalur laut. Persis di tengah Selat Melaka, transaksi narkoba dilakukan.

“Sabu diambil oleh para tersangka ditengah laut perairan Labuhan Batu, Sumatera Utara dan sengaja disembunyikan di dalam lumpur sebelum kemudian diedarkan. Ketiga tersangka jaringan bandar narkoba ini masih satu keluarga” ujar Dedi, Rabu (30/1).

Saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang mengungkapkan, posisi penyimpanan sabu berada jauh dari hunian masyarakat. Jalur sungai tersebut memang langsung menuju Perairan Selat Malaka. Untuk menjangkau tempat tersebut, polisi menggunakan dua kapal milik Sat Pol Air Polda Sumut yakni Kapal Patroli KP 2030 dan KP 1001.

“Sabu disembunyikan dalam lumpur yang berada di tengah hutan mangrove. Sabu seberat 50 Kg itu dibuat 50 bungkus dan disembunyikan dalam karung. Sementara, ekstasi disimpan dalam kotak fiber,” jelasnya.

Untuk mengabadikan pengungkapan kasus tersebut, sebuah video amatir dengan latar Sungai Parapat yang keruh, seorang petugas NIC Bareskrim Polri terlihat tengah menunjukkan barang bukti ke depan kamera. Ia juga mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar. (mhf/fin/tgr/tnn)

error: Content is protected !!