RUU Penyiaran, Gunakan Sistem Hybrid Multiplexing

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran jadi sorotan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Pasalnya pembahasan undang-undang tersebut masih mengalami pembahasan yang pelik.

Untuk menyelesaikan dinamika tersebut, politisi Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu menggelar pertemuan informal antara Menkominfo Rudiantara dengan para pimpinan Fraksi di DPR dan Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafid. Pertemuan dilangsungkan di ruang kerja Ketua DPR RI, Selasa (13/02).

“Pembahasan RUU Penyiaran masih terhambat pembahasan antara penggunaan sistem Single Mux dan Multi Mux. Saya kira kita perlu mencari jalan keluarnya, sehingga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijak,” tutur Bamsoet dalam pertemuan tersebut.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembahasan, DPR dan pemerintah yang diwakili Menkominfo Rudiantara sepakat mencari jalan tengah dengan penggunaan Sistem Hybrid Multiplexing.

Diketahui, sistem Hybrid Multiplexing adalah campuran antara sistem Single Mux dan Multi Mux. Berbagai kebaikan yang ada di sistem Single Mux dan Multi Mux akan diambil dan dikombinasi.

“Dengan demikian dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, negara maupun para pelaku usaha industri penyiaran sama-sama diuntungkan,” jelas Bamsoet.

“Besok itu kan sudah penutupan masa sidang DPR, maka RUU Penyiaran sebagai RUU inisiatif DPR akan kita bahas pada masa sidang selanjutnya. Dengan menjalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara juga menyambut baik adanya usulan Sistem Hybrid Multiplexing. Karena itu, dirinya berharap agar RUU Penyiaran segera bisa diselesaikan. (jpg/hkw)

News Reporter