. . .

Rupiah Melemah, Rachmat: Peluang untuk Pengusaha

image_print

EKONOMI

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Pengusaha sekaligus mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel menilai bahwa, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini bisa jadi momentum yang menguntungkan.

Menurutnya, kondisi saat ini seharusnya dimanfaatkan untuk mendongkrak ekspor sebanyak-banyaknya sebab rupiah yang bisa didulang akan menjadi lebih besar nilainya.

“Sekarang adalah bagaimana memanfaatkan kalau untuk saya ini peluang sebetulnya sebagai pengusaha ini peluang. Bagaimana kita bisa dorong ekspor kita dari Indonesia,” kata Rahmat di Jakarta, Minggu (9/9).

Untuk bisa mencapai hal tersebut, Rahmat meminta pemerintah harus membantu pengusaha menghadapi kendala-kendala ekspor yang kerap terjadi. Terlebih kata dia, kondisi yang terjadi saat ini, pasar domestik diserang banyak produk impor mulai dari yang legal hingga ilegal. “Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi tersebut dengan cara merangkul UKM untuk meningkatkan produksi dan ekspor-nya,” imbuhnya.

Parahnya lagi, kondisi pasar saat ini, produk impor merajai hampir separuh dari pasar niaga elektronik atau e-commerce dalam negeri. “Online itu produknya mayoritas 70 persen 80 persen produk China, jarang sekali produk-produk UKM yang muncul di online mulai dari blibli.com, bukalapak dan sebagainya mayoritas produk-produk China,” kata Wakil Ketua Umum KADIN,  Suryani SF Motik.

Dia berharap, pemerintah bisa memberi insentif atau bantuan untuk para pengusaha dalam negeri untuk meningkatkan ekspor. Salah satunya dengan cara membuka pasar baru misalnya ke negara-negara Afrika. “Ekspor ke negara tersebut, tidak sesulit birokrasi ekspor ke negara lain seperti Amerika Serikat,” tandasnya. (DS/FIN/tnn)