Tak Ada Pasien Terindikasi Konsumsi PCC di RSJ Lampung

0
293
views
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN – Terkait kasus penyalahgunaan obat keras jenis Paracetamol Caffein Cariprodol (PCC), pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung menegaskan, saat ini tidak ada pasien terindikasi mengonsumsi obat PCC, seperti yang saat ini sedang marak diberitakan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Humas RSJ Provinsi Lampung David, menanggapi maraknya informasi melalui media sosial, soal kasus keracunan obat PCC hingga menyebabkan kematian.

“Saat ini kita (RSJ) belum pernah menangani pasien yang mengonsumsi obat tersebut (PCC),” ujarnya, mendampingi Direktur RSJ Lampung, Ansori, saat dihubungi, Sabtu (16/9/2017)

Menurut David, selama penanganan pasien di RSJ Lampung, sampai saat ini belum pernah mendapat rujukan gejala-gejala pasien seperti yang sedang marak diberitakan tersebut.

“Informasi yang saya dapat dari pemberitaan, ciri-ciri pasian yang mengonsumsi PCC mengalami halusinasi, kejang-kejang hingga menyebabkan kematin. Tapi saya tegaskan, sampai saat ini pihak kita belum pernah menangani ciri-ciri pasine seperti itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pesawaran, Harun Tri Djoko, memastikan tidak ada obat PCC yang beredar di kabupaten tersebut.

Itu karena sejak 2013 lalu semua obat yang mengandung karisoprodol telah ditarik dari pasaran, sesuai dengan No. HK. 04.1.35.07.13.3856 tanggal 24 Juli 2013 tentang perubahan atas keputusan kepala BPOM nomor HK. 04.1.35.06.13.3535 tahun 2013 tentang pembatalan izin edar obat yang mengandung karisoprodol.

“Andai masih ada yang beredar, Itu ilegal. Yang jelas, jangan mengonsumsi PCC.” tegas Harun.

Diketahui, dari pemberitaan yang beredar, RSJ KDI kedatangan pasien anak dan remaja dengan gejala tidak sadarkan diri dan berhalusinasi.

Informasi yang didapat dari pasien, mereka telah meminum obat yang disebut PCC, yang didapatkan secara gratis dari oknum yang mereka tidak kenal.

Info dari BNN, jumlah korban sudah mencapai 42 orang dan 1 meninggal, pelajar kelas 6 SD berusia 14 tahun. (ydn)