Rizkia Berinisiatif Publikasikan Kasusnya

Kasus Penembakan Belum juga Diproses

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Merasa laporannya diabaikan, Rizkia Mustika, warga Jalan Lintas Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mempertanyakan kasus dugaan penembakan, yang telah dilaporkannya ke Polda Lampung sejak 19 Januari 2017 lalu.

Pasalnya, hingga saat ini tidak ada tindaklanjut dari kasus tersebut, yang diduga dilakukan Anggota Polres Pesawaran, Tri Abdi Satria, yang tertuang dalam surat laporan polisi No: STTPL/69/I/2017/Lpg/SPKT.

“Hampir berjalan satu tahun laporan saya tidak ada tindaklanjut dari Polda Lampung. Saya sangat berharap kasus ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ungkap Rizkia, saat menggelar jumpa pers di Pers Room Komplek Perkantoran Pemkot Bandarlampung, Senin (11/12).

Menurut dia, kasus penembakan tersebut terjadi pada 20 Juli di tempat kosnya, yaitu Rumah Kost ‘De Omah’ Tanjungkarang Pusat, sekira pukul 20.00 WIB. Ketika itu, korban dan pelaku yang berstatus pacaran berselisih paham usai makan malam.

“Saya mempertanyakan siapa yang sering menelpon pelaku. Namun bukannya menjawab, tapi pelaku langsung marah-marah dan mencabut senjata yang spontan meledak dan mengenai jari manis kaki kanan saya,” terang Rizkia.

Tetapi, menurut karyawati swasta di salah satu dealer mobil di Bandarlampung ini, senjata api tersebut diduga kuat bukan senjata organik milik kepolisian, melainkan senjata api rakitan.

“Itu senpinya rakitan, karena ketika itu dia (Tri) belum selesai ikatan dinas. Saya juga sudah melakukan visum di Rumah Sakit Bumi Waras,” jelas Rizkia.

Dikatakannya, laporan polisi sedikit terlambat dibuatnya karena pelaku memohon kasus tersebut tidak dibawa ke ranah hukum. Tapi seiring perjalanan waktu, pelaku tidak ada itikad baik untuk meminta maaf kepada keluarga korban.

“Dia tidak ada itikad baik, untuk meminta maaf ke keluarga saya. Karenanya saya dan keluarga memutuskan untuk melapor ke Polda Lampung,” kata Rizkia.

Ketika disinggung mengapa dalam laporan polisi tertuang pengancaman, bukan penembakan, menurut Rizkia, dirinya melapor ke penyidik tentang penembakan. Tapi oleh penyidik ditulis pengancaman, dengan alasan salah tulis dan berjanji akan memperbaiki.

“Katanya salah tulis, dan akan diperbaiki. Tapi laporan saya ke Propam Polda (kasus) penembakan. Saya melapor tiga kali, ke Reskrim, Propam dan Subdit-I Polda Lampung,” jelasnya.

Rizkia berinisiatif mempublikasikan kasus yang menimpa dirinya, karena laporannya sudah lama mandeg di Polda Lampung.

Bahkan, dua bulan lalu penyidik pembantu atas nama Bripda Azis Sudarmaji mengatakan jika kasusnya telah dilimpahkan ke Polres Pesawaran.

“Soal penyelidikan yang mandeg, menurut pihak Polda Lampung disebabkan dokter Rumah Sakit Bumi Waras tidak bersedia memberikan kesaksian,” jelas Rizkia. (jef/rus)

News Reporter