Restu Ibu adalah Segalanya: Dewi Handajani Daftar ke KPU Didampingi Ibunda Mertua
SIAP BERTARUNG: Pasangan Balonbup Hj. Dewi Handajani dan Balonwabup A. M. Syafi’i (DE-SA) saat mendaftarkan pencalonan ke KPU Tanggamus Rabu (10/1) sore diiringi parpol pengusung dan pendukung, Tim dan Relawan ASIK, simpatisan, dan pendukung untuk siap bertarung head to head dengan kubu petahana Hi. Samsul Hadi-Nuzul Irsan. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Lantunan merdu musik rebana, senja nan memerah di cakrawala ufuk barat, dan langkah tegap Anggota Paskibraka mengiringi Pasangan Balon Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. dan Balon Wabup Hi. AM. Syafi’i, S. Ag. mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum setempat. Sekitar pukul 17.22 WIB, Pasangan Dewi-Syafi’i atau yang akrab disebut DE-SA, tiba di halaman KPU Tanggamus.

Sebagai satu-satunya srikandi dalam kontestasi politik Pilkada Tanggamus 2018 ini, tak heran sebagian besar relawan, simpatisan, sampai pendukung Dewi Handajani adalah kaum Hawa. Meski demikian, massa dari kaum Adam yang mendukung istri mantan Bupati Tanggamus Hi. Bambang Kurniawan itu, juga tak kalah banyak dari kaum wanitanya.

Saat pendaftaran Rabu (10/1) sore, Dewi Handajani-Syafi’i didampingi para Petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Tanggamus sebagai partai “almamater” pasangan tersebut. Turut mendampingi juga para petinggi partai pengusung. Antara lain dari Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan sejahtera, dan Partai NasDem. Tak ketinggalan juga Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Tanggamus, Robinson. PKPI berkoalisi dengan DE-SA sebagai partai pendukung.

Momen menarik tersaji saat pendaftaran Dewi-Syafi’i. Setelah pasangan balonbup-balonwabup dan para pendamping masuk ke Kantor KPU Tanggamus, sejurus kemudian suasana berubah mengharukan untuk beberapa saat. Meski hanya sekilas terjadi, namun momen mengharukan itu terasa sangat mengena, untuk menterjemahkan pepatah lama: “kasih ibu sepanjang masa”.

DAMPINGI MENANTU: Ibunda mantan Bupati Tanggamus Hi. Bambang Kurniawan yang sekaligus ibunda mertua Dewi Handajani turut hadir dan secara langsung memberikan dukungan moral tak ternilai pada sang menantu, Dewi Handajani, saat mendaftar ke KPU Tanggamus. (Foto: AYP)

Betapa tidak, di tengah kerumunan manusia, tampak seorang nenek berusia senja bergamis putih dan berkerudung merah muda, turun dari mobil SUV putih. Lantaran usia yang sudah lebih dari separuh abad, nenek berpostur kurus itu dituntun beberapa wanita Kader PDIP.

Tak lain, wanita bersahaja itu adalah ibunda dari Bambang Kurniawan, sekaligus ibu mertua Dewi Handajani. Tampaknya sang ibu mertua ingin mendampingi langsung menantunya, ketika mendaftar di KPU. Kehadiran sang ibunda mertua tercinta, tentu menjadi dukungan psikologis tak ternilai bagi Dewi Handajani, yang bercita-cita memimpin Bumi Begawi Jejama.

Terlebih sang suami, Bambang Kurniawan, tak bisa mendampingi secara langsung. Meski tak terungkap secara lisan, namun jelas terlukis dari pancaran mata ibunda mertua Dewi Handajani ketika ia melewati kerumunan jurnalis, bahwa ia sangat berharap menantunya bisa sukses melanjutkan perjuangan putranya, Bambang Kurniawan.

Sebelum ke KPU, Pasangan Balonbup Dewi Handajani dan Balonwabup A. M. Syafi’i, lebih dulu melangsungkan Deklarasi Pencalonan mereka pada Pilkada Tanggamus 2018 di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang PDIP Tanggamus Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur. Seremoni deklarasi, diawali dengan upacara memperingati HUT ke-45 PDIP di lokasi yang sama. Seusai upacara dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada anak yatim-piatu dan guru ngaji. Barulah acara puncak, yaitu deklarasi pasangan Dewi-Syafi’i oleh parpol pengusung yakni PDIP, PKS, NasDem, dan PAN, serta PKPI sebagai parpol pendukung.

Usai seremoni deklarasi, pasangan berjargon ASIK itu kemudian berangkat ke Kantor KPU Tanggamus diiringi seribuan pendukung. Mulai dari relawan, simpatisan, muda/mudi dengan pakaian adat, dan tim rebana. Dewi-Syafii tiba di KPU sekitar pukul 17.22 WIB diiringi dengan salawat dari ibu-ibu pengajian. Pasangan bakal calon beserta tim, kemudian memasuki ruang pendaftaran. Di dalam kantor, sudah ada lima Komisioner KPU yang menunggu. Setelah menyerahkan berkas, Komisioner KPU dan Panwaslu langsung meneliti berkas.

Pada sesi doorstop (wawancara cegat), Dewi dan Syafi’i langsung meladeni sejumlah pertanyaan dari insan pers. Dewi mengatakan, program unggulannya yakni meningkatkan ekonomi kerakyatan dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Tanggamus.

“Termasuk juga membangun masyarakat secara utuh, baik kemampuan dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Tanggamus,” ujar Bunda Dewi — sapaan akrabnya.

DE-SA TAK GENTAR HEAD TO HEAD DENGAN SAM-NI

KETUA Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia (DPD LASQI) Tanggamus itu juga menyebutkan, program yang diusung untuk membangun Tanggamus, yakni Agamis, Sejahtera, Inovatif, dan Kondusif (ASIK). Meski menyadari dirinya sebagai kaum Hawa, namun Dewi mengaku tak gentar sedikit pun ketika harus head to head dengan bakal calon petahana Samsul Hadi-Nuzul Irsan. Kendati Pasangan SAM-NI menang tipis jumlah keterwakilan di DPRD Tanggamus, yaitu 23 kursi yang berasal dari enam parpol pengusung.

“Sekali layar terkembang, pantang surut kembali. Meskipun hanya punya kekuatan 22 kursi dari empat parpol pengusung, kami tak gentar. Untuk strategi dalam pilkada ini, kami selalu konsolidasi dan gotong-royong. Kami juga selalu mengajak masyarakat untuk berperan aktif memajukan kabupaten kita ini. Demikian halnya pada seluruh Relawan ASIK, simpatisan dan seluruh partai koalisi,” ungkap Dewi.

Sementara itu, Divisi Teknis KPU Tanggamus, Angga Lazuardy mengatakan, secara keseluruhan berkas pencalonan Pasangan DE-SA sudah cukup lengkap.

“Pasangan (DE-SA) ini tinggal melengkapi NPWP dan SPT,” singkat Angga.

Terpisah, Ketua PKPI Tanggamus Robinson menambahkan, partainya siap all out (total) bekerja memenangkan Dewi Handajani-Syafi’i dalam ajang perebutan kursi BE 1 V. Robinson menegaskan, meski partai besutan Try Sutrisno itu belum memiliki kursi di Legislatif, namun situasi tersebut tak sedikit pun menggoyahkan keyakinannya untuk terus membesarkan PKPI di Tanggamus.

“Saat ini (PKPI) mungkin baru bisa sebatas partai pendukung. Tapi saya tetap optimis, bahwa dengan soliditas dan loyalitas internal, PKPI akan bisa menjadi partai pendukung dan memiliki banyak kursi di legislatif,” tandas Robinson. (ayp)

News Reporter